-->

Beda Antara Isolasi, Karantina dan Containment

- Maret 20, 2020
Masyarakat sibuk meminta Lockdown, apa itu lockdown? Sedikit saya coba bahas bedanya dengan isolasi, karantina dan containment.

Karantina berarti memisahkan dan mengurangi pergerakan manusia yang memiliki risiko penyakit pada orang yang sehat. Contohnya pada pasien lansia, memiliki diabetes, riwayat berpergian ke negara yang terjangkit.

Sedangkan isolasi artinya memisahkan orang yang bergejala atau orang yang berpotensi menyebarkan penyakit (riwayat kontak pasien covid19) ke orang yang sehat. Kedua hal ini dilakukan atas dasar kesadaran kita sendiri.

Karantina dapat dilakukan secara sukarela, berdasarkan asumsi kita bahwa kita berisiko terinfeksi dan dapat menularkan penyakit ke orang lain. Karantina dilakukan dirumah dan mengurangi aktifitas untuk tidak berpindah-pindah ke tempat lain di luar rumah.

Penelitian menunjukkan dengan kesadaran melakukan karantina terhadap diri sendiri mampu menurunkan penyebaran penyakit ini, khususnya penyebaran pada lansia dan orang yang memiliki penyakit pemberat.

Isolasi berbeda dengan karantina, ketika proses isolasi maka kita memiliki gejala dan risiko yang lebih besar. Sehingga kita juga melakukan proses penyembuhan di rumah dengan minum obat, memakai masker, jaga jarak dengan anggota keluarga.

Kapan isolasi harus di RS dan kapan di rumah? Isolasi di rumah sakit dilakukan bila kita sudah positif terinfeksi virus melalui pemeriksaan spesimen dan memiliki gejala berat, sedangkan isolasi di rumah dilakukan bila kita belum terbukti terinfeksi dan gejala ringan.

Bila semua isolasi dilakukan di RS maka akan terjadi masalah baru, jumlah pasien membludak di RS dengan tenaga medis yang terbatas.

Containment adalah bentuk penahanan penyebaran penyakit oleh pemerintah terhadap suatu area dengan melarang daerah tersebut untuk dikunjungi, umumnya adalah tempat publik atau acara yang melibatkan keramaian.

Lockdown atau penguncian adalah protokol kegawatan daruratan untuk mencegah manusia keluar dan masuk dari suatu area yang diisolasi. Pengecualian dapat diberikan bagi yang memiliki izin kerja dan petugas kesehatan. Akan ada hukuman bagi orang yang melanggar peraturan ini.

Terdapat pembatasan pelayanan publik, regulasi jam buka tempat-tempat usaha, penutupan sekolah dan larangan penyelenggaraan acara-acara pertemuan. Intinya pembatasan aktifitas publik akan dilakukan.

Ketika lockdown dilakukan, pemerintah mampu menyediakan layanan screening secara maksimal, menyiapkan infrastrukttur pelayanan fasilitas kesehatan, akses terhadap makanan dan mensuplai kebutuhan lainnya, khususnya alat proteksi seperti masker wajah.

Saat lockdown, maka proses containment, isolasi dan karantina juga dilakukan agar proses penguncian penyakit menjadi maksimal. Jadi, percuma kalo kita malah hangout ngopi2 bahkan sengaja mencari tempat keramaian.

Jadi, sudah siapkah kamu bila Indonesia harus di lockdown?


-- dr Jaka Pradipta Sp.P

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search