-->

Cara Memerah Sapi dan Mengetahui Sapi Bencong

- Maret 12, 2020


Susu segar yang kita minum sehari-hari berasal dari usaha peternak yang memerah sapi. Bagaimana perjalanan sapi itu diperah dan bagaimana lika-liku kawinnya?

Simak wawancara dengan peternak yang juga konsultan persapian, Dede Endang.

1. Sudah berapa lama berkecimpung di dunia persapian ini?

Perkecimpung di dunia persapian sejak 2005 sampai sekarang. Kurang lebih 15 tahun.

2. Apa menariknya?

Menariknya di sini, tantangan di sini cuaca.  35 (derajat) kadang-kadang 33 atau 28 (derajat). Sementara cocoknya sapi ini di suhu 18. Makanya ini adalah tantangan. Bagi saya sendiri.

Nah, alhamdulillah sapi perah di sini bisa berproduksi dengan baik seandainya pelapakannya continue. Tidak berubah.

Jadi kalau musim kemarau biasanya kendalanya pakan aja.

3. Teknik memerah susu sapi bagi pemula seperti apa?

Teknik-teknik memerah itu ada manual dengan tangan dan ada dengan mesin.

Dengan tangan tekniknya hanya seperti ini. Ambing ditekan lalu dipijit. Keluar susu.

[Sapinya nggak marah?] Kalau sapi dara ada yang suka menendang. Karena dia belum terbiasa dengan ambing yang dipegang-pegang manusia dan ditekan.

Nah, ini membutuhkan keahlian dan keterampilan. Dikarenakan kalau tenaganya terlalu keras, dia merasa sakit. Jadi harus ada perasaan.

Jadi yang dua ini menekan, menutup ambing atas. Yang tiga ini mengeluarkan susunya. Jadi main antara ini dan ini.

4. Ciri-ciri sapi yang sakit atau nggak mood seperti apa?

Biasanya jika ambingnya dipegang suka nendang. Atau minimal dia suka melirik. Ya spontan.

5. Kalau sakit biasanya diobati apa?

Ya itu tergantung sakitnya. Kalau sakitnya mastitis, dia harus segera diobati dengan antibiotik. Atau juga dikasih vitamin untuk semua itu.

Lalu dalam pemerahannya harus benar-benar harus kering. Waktu memerah.

6. Lalu dikemanakan kotorannya?

Kalau kotorannya di sini didaur ulang dibikin kompos.

Jadi, di sini tidak ada limbah. Nggak ada limbah.

Jadi, sisa pakan, kotoran itu dijadikan kompos. Air kencing dan bekas air pemandiannya ditampung di tempat penampungan. Lalu disiramkan ke kebun.

7. Seberapa sering susu bisa diperah?


Di sini dua kali programnya. Sebenarnya seandainya produksi bisa 40 liter itu bisa tiga kali. Dalam seekor dalam satu hari.

Karena produksinya rendah hanya 12 liter, maka dilakukan hanya dua kali. Pagi dan sore.

8. Apa yang dilakukan jika sapi stres?
Kalau sapi stres itu ada.

Dikarenakan di sini sistem keamanan dan kenyamanan sapinya boleh dikatakan belum tertutup.

Masyarakat, anak-anak, itu jelas memengaruhi sapi stres. Dalam waktu istirahat, waktu diperah, waktu makan.

9. Bagaimana cara memisahkan sapi yang lagi kawin?

Sapi yang lagi? Kawin? Nah itu kebetulan di sini ada dua teknik. Ada kawin alam dan inseminasi buatan.

Jadi, inseminasi buatan itu dengan orang. Iya, orang yang melakukannya. Cuma kita harus tahu sapi itu minta kawin.

Sapi minta kawin itu ada tiga tandanya.  Ada 3B namanya.

Kalau kita lihat, vagina dia B pertama itu Bengkak.

Lalu kita buka kayak bibir dibuka, beureum kalau kata orang Bandung. Kalau kata orang Jawa, abu ya.

Lalu kalau begitu ini keluar cairan basah. Keluar cairan bening kayak lendir. Kayak lendir tapi bening.

Nah itu udah waktunya dia minta kawin. Tapi kalau dengan teknik yang lebih maju lagi, itu harus diperiksa lebih dalam lagi.

Memeriksa reproduksinya. Apakah ovariumnya udah matang atau belum. Dikarenakan itu tanda-tanda kelihatan, biasanya itu masih ada jeda.

Tiga jam atau dua jam lagi, baru sapi ini akan memuncak birahinya. Jadi waktu diinseminasi atau kawin alam, sperma tidak akan lama menunggu.

[Jika dibantu manusia, siapa yang akan jadi relawan?] Kalau dengan manusia sebenarnya udah dari dulu. Sejak 1814 sudah dilakukan inseminasi ke manusia.

Terjadinya inseminasi buatan ini kan sebenarnya sederhana.

Gara-gara suatu negara perang antara negara satu dengan negara satu tidak berkesudahan.

Lalu, si kuda arab ini diambil spermanya oleh musuhnya, lalu oleh musuhnya pakai handuk. Handuk itu dimasukkan ke vagina kuda dia, akhirnya bunting.

Secara politis bahwa 'saya tidak bisa menyalahkan Anda, kuda Anda saja bisa saya pindahin'

Di sini tidak dilakukan itu, di sini dilakukan inseminasi buatan.  Jadi sperma jantan dikemas, kaya ngisi bolpoin namanya wistro, 0, 25 cc.

Jumlah spermatozoanya itu 25.000 sel sperma yang jadi satu.

[Dan itu harus beli?] Beli. Di Lembang. Di Indonesia sudah ada di Lembang, di Singosari, di Malang, lalu di Ungaran ada.

[Harganya berapa?] Harganya itu harga di sana itu grade A itu Rp8 ribu, grade Bnya Rp7 ribu. Kalau di Australia itu 600.

Insya Allah dengan teknik inseminasi buatan, dengan teknik IB (inseminasi buatan), PKb (Pemeriksaan Kebuntingan)  dan ATR (asisten teknik reproduksi). Jadi ada tiga tahapan.

Yang pertama dia harus IB, yang kedua dia yang ketiga harus bisa ATR.

Jadi sapi ini mandul atau tidak, sapi ini bencong atau tidak. Ada (sapi bencong). Makanya jangan salah beli.

[Ciri-ciri sapi bencong?] Nah itu perlu ada ahlinya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search