-->

Cerita Mahasiswa yang Nekat ke Korea Selatan Saat Indonesia Dikepung Wabah

- Maret 22, 2020
Jumlah korban yang positif virus Corona di Indonesia terus bertambah.

Setidaknya ada 172 kasus positif Corona di Indonesia.

Angka positif COVID-19 pada Senin (16/3) adalah 134 kasus. Angka positif COVID-19 yang diumumkan pada Selasa (17/3) ini menjadi 172 kasus.

Artinya, ada lonjakan 38 kasus positif COVID-19 dalam sehari.

---

Di saat riuh imbauan work from home, ada juga yang terpaksa harus tetap beraktivitas ke luar kota bahkan ke luar negeri.

Kami mewawancara Aji Teguh, mahasiswa Electrical & Electronics Engineering Kookmin University yang nekat berangkat ke Korea Selatan di saat isu Korona makin mewabah.

Corona sedang mewabah, mengapa Anda nekat memutuskan untuk keluar negeri (Korea Selatan)?


Saya ingin melanjutkan studi yang waktu itu harusnya awal Maret sudah sampai di Seoul, Korea Selatan

Cuma karena mewabah Corona saat itu, jadi kuliahnya ditangguhkan 16 Maret.

Jadi memang dari pihak sana sudah men-delay perkuliahan. Itu yang pertama.

Terus yang kedua, menurut saya tetap berangkat karena memang negara yang saya tuju pun insyaAllah sistemnya sudah bagus.

Dan saya tetap bisa terus memantau sejauh apa perkembangan kasus Corona di Korea Selatan

Ketika sudah memasuki Maret terus memasuki (tanggal) keberangkatan saya sekitar belasan Maret itu angka penambahannya makin menurun.

Itulah yang membuat saya tetap percaya diri tetap berangkat ke Korea Selatan.

Jadi mereka proven mampu menekan penambahan korban atau orang yang terinfeksi virus Corona.

Apa yang membedakan pengecekan (kesehatan) di Bandara Indonesia x Bandara Korsel?

Overall, di hari saya berangkat, tidak terlalu ketat (pengecekannya).  Waktu itu tanggal 14 Maret.

Kalau pengecekan di Bandara Indonesia hanya sekadar pengecekan apa namanya dokumen. Kesehatan justru tidak dicek seingat saya.

Berikutnya ketika landing di Seoul, di Bandara Incheon juga hanya sebatas dokumentasi saja.

Cuma memang mereka menyediakan hand sanitizer. Hand sanitizer di mana-mana.

Jadi setiap kita habis proses pengecekan dokumen, kita memakai hand sanitizer di bandara sana.

Jadi memang karena kita dari Indonesia bukan negara yang terjangkiti (virus) besar seperti Italia atau pun China.

Jadi kalau khusus China atau Eropa harus memasuki ruang khusus dulu di Bandara Incheonnya.

Nah, kalau di Indonesia langsung. Langsung keluar.

Jadi lebih nggak terlalu ketat kalau (pengunjungnya) dari Indonesia pengecekannya.

*Cerita sedikit dong, secara garis besar apa yang dilakukan pemerintah Korsel?*

Jadi ...


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search