-->

Cerita Pemuda WNI yang Terjebak Corona di Malaysia

- Maret 24, 2020

Sekarang guenya lagi ada di Malaysia

dan mengisolate diri sebenarnya disini

Karena kesadaran diri aja untuk nggak berpergian kemana-mana

Jadi yah membantu pemerintah disini

untuk menangani virus yang sekarang lagi merebak ya

Dan di Malaysia itu for your information

Sekarang tertinggi di Asia Tenggara

dengan jumlah korban 450an lebuh berdasarkan websitenya

tapi yang patut di apresisasi disini adalah zero death

Jadi kalau ada pertanyaan seberapa khawatir gue dengan virus ini

Ada kekhawatiran, iya

Tapi disisi lain dari sumber-sumber berita yang gue baca

Dari media-media luar sana juga gue liatin, gue pelajarin

Terus dari para expert yang ngasih pengetahuannya lewat youtube

Sebenarnya penyakit ini tuh kayak, bisa disembuhkan gitu

Walupun vaksinnya sampai sekarang belum ketemu tapi bisa disembuhkan sebenarnya gitu

Banyak orang yang bisa sembuh

Dengan catatan penanganannya harus bagus,

Harus baik gitu

Harus benar-benar

Karena yang jadi, yang kemudian menyebabkan kematian karena

Ada beberapa faktor ya

Satu Usia

Kedua ada komplikasi penyakit lain

Ketiga ya karena penanganannya itu yang kurang bagus, yang kurang baik

Nah, yang jadi apa ya yang bikin gue khawatir kalau di Indonesia itu

Ya itu diluar dari virusnya sendiri yang bikin gue khawatir tuh penangannya

Jadi Indonesia itu nomor 2 terbesar kasus kematiannya

Dari yang diumumkan WHO 2% - 3% tapi Indonesia mencapai 5% angka kematiannya dari jumlah korban

Itu, kayaknya belum siap gitu untuk menangani

Jadi beberapa hari ini juga gue nyari informasi

Dan dapat 3 cerita ya dari 3 orang, masing-masing

Yang ketiga itu barusan aja gue liat

Yang pertama itu orang yang memerikasa diri

Jadi dengan kesadarannya sendiri memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan

Itu mudah dan katanya mudah dan langsung dapat infonya hari itu juga

Kalau dia terbebas dari Corona, negatif harinya

Yang kedua dari seorang reporter

Ngantar ibunya ke rumah sakit

Buat cek kondisinya karena batuk parah

Ngecek untuk Corona ini ada terinfeksi atau nggak

Tapi yang ada adalah

Di rumah sakit rujukan tersebut ternyata pelayanannya mengejutkan

Orang-orangnya pada bingung

Orang-orang di rumah sakitnya

Kayak nggak ada standar SOP nya gitu lho

Dan menurut gue sih seharusnya kan

Ini udah berlangsung dua bulan ya

Tiga gitu bulan gitu di luaran

Seharusnya sudah ada standar SOP yang disiapkan sebelumnya

Kalau sampai ada kejadian di indonesia gitu

Jadi saat ada kejadian seharusnya udah siap tuh

Harus kayak gimana penanganannya

Terus yang cerita ketiga baru aja tadi

Jadi orang udah status PDP tapi dibiarkan berkeliaran

Sementara diluar itu seharusnya udah diisolasi

Nggak boleh berkeliaran kemana-mana, gitu

Jadi ya yang menakutkan adalah

Ketiak orang periksa ke rumah sakit negatif

Tapi ketemu orang yang positif tapi orang yang positif itu berkeliaran

Dan dia ternyata di rumah jadi positif, gitu

Itu yang menjadi kekhawatiran gue sih

Diluar itu juga faktor ekonomi pasti berdampak ya buat semua orang

Buat kebanyakan orang

Tapi seandainya seburuk-buruknya harus lockdown pun, Gue setuju

Karena akan, daripada kehilangan banyak mending menyelamatkan banyak gitu

Faktor ekonomi turun, pemikiran logika gue ya

Uang itu dengan adanya nyawa bisa dicari

Tapi kalo nyawa melayang, uang nggak bisa nyari nyawa gitu

Itu sih

Jadi harapan gue sih Indonesia bisa memutus rantai ini dengan segera gitu

Karena pengalaman gue juga, terkahir gue balik ke Indonesia

Itu di bandaranya

Ada sih kayak penanganannya gitu

Kita harus isi formulir, formulirnya kemudian dikasihkan

Ada petugas yang pegang alat deteksi panas

Tapi dipegang doang, orang seliweran lewat-lewatan aja

Itu nggak dipake alat pemegang panasnya

Itu yang mengerikan banget

Di Indonesia kayak gitu

Jadi gue harap sih pemerintah lebih serius menangani ini ya

Segera menyiapkan SOP kepada seluruh rumah sakit

Baik rujukan ataupun nggak

Jadi seadainya buka rumah sakit rujukan pun akan tau harus gimana gitu

Kedua, Pemerintah sudah baik menghadapi Corona?

Jujur diawal gue kecewa banget ya sama pemerintah

Karena terkesan menyepelekan dan menyembunyikan informasi

Di Malaysia sini itu informasi bisa di akses

Ada website khusus untuk Corona ini

Kita bisa deteksi dari awal banget ada orang terinfeksi sampai sekarang

Tiap harinya korban bertambah berapa banyak kita bisa detect semuanya

Terus perkembangan si korbannya, si pasien ini kayak gimana

Terus lokasinya ada dimana, itu jelas

Tanpa mengumbar identitasnya

Jadi kalau mungkin yang dipikirkan bapak Presiden kita

khawatir akan terjadi kepanikan kalau diumumkan

Justru sebaliknya kalau gue sih bisa apa ya,

kita sebagai masyarakat bisa melakukan tindakan preventif gitu

Jadi kita tau area mana yang harus kita hindari gitu

Kayak gitu dengan adanya penyebaran ini

Terus kita juga bisa prepare bisa siap

Gue sendiri nggak ada apa ya

Kecemasan yang kayak gimana gimana

Justru malah cemas kalau gue nggak dapat informasi yang jelasnya

Tapi belakangan ini satu dua hari belakangan ini

Akhirnya setelah diputuskan penanganan ini kepada Pemda

Akhirnya Pemda yang bergerak untuk menangani ini

Jadi ada, ya ada Pemda yang bagus kemudian diambil langkahnya dengan Pemda lain

Dan udah mulai transparan

Itu bagus menurut gue, good move

Dan semoga bisa lebih baik lagi penanganannya dan kinerjanya gitu

Kamu yakin Corona akan berlalu? Kira-kira kapan? 

Corona akan berlalu atau nggak

Insya Allah sih gue yakin ya, ini semua datangnya dari Allah gitu

Insya Allah bakal berlalu

Entah berlalunya benar-benar hilang

Atau berlalu dengan sistem imunitas kita yang lebih kuat

Jadi dia nggak bisa menginfeksi kita

Kalau ditanya kapannya.

Wallahua'lam nggak ada yang tahu

Tapi gue berharap dalam waktu ini bisa berlalu gitu.


-- Ahmad Syarif, Interior Designer Indonesia yang kerja di Malaysia
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search