-->

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Terjebak Corona di Arab Saudi

- April 01, 2020
Kerajaan Saudi Arabia (KSA) memutuskan untuk menutup akses atau lockdown di sejumlah kota, yakni Makkah, Madinah dan Riyadh.

Makkah sebagai tujuan haji dan umroh pun sepi.

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Ada seorang warga negara Indonesia yang terjebak corona di Kota Suci itu.


Simak wawancara khusus dengan Mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah, Abdurrahman Anas Husein.





1. *Bisa ceritakan kondisi di lingkunganmu sekarang seperti apa? (Videoin). Apa bedanya dengan sebelum corona?*

Alhamdulillah keadaan saat ini sangat tenang. Tidak ada keramaian.

Jadi saat ini masyarakat di Saudi berada di rumahnya masing- masing.

Setelah tiba kebijakan dari pihak kerajaan dua minggu lalu.

Jadi informasinya adalah dikarenakan wabah Corona yang sudah menyebar, maka diwajibkan kepada semua penduduk Saudi dan juga mukimin semuanya untuk berada di dalam (rumah).

Alhamdulillah semuanya nurut mengikuti kebijakan dari Kerajaan Saudi.

Alhamdulillah semuanya tidak ada yang ngeyel.

Karena minggu setelah pengumuman disuruh di rumah ada pengumuman baru yaitu ditetapkan bagi siapa yang melanggar peraturan yaitu keluar dari rumahnya masing-masing itu akan dikenakan denda.

Kemudian ditekankan lagi setelah minggu berikutnya itu dikasih waktu, jam boleh keluarnya.

Jadi pas di awal-awal ternyata masih boleh keluar ketika waktu kerja saja. Itu bagi yang kerja.

Adapun mahasiswa, penuntut ilmu dan sebagainya atau dosen, itu semua sudah tidak lagi beraktivitas.

Bekerjanya lewat online saja. Belajar semua online. Belajar jarak jauh seperti itu.

Pokoknya saat ini Alhamdulillah semuanya nurut dan mengikuti aba-aba dari pihak kerajaan.


2. *Beri gambaran sedikit tentang kebijakan kampus kamu (UIM) dan Pemerintah Arab Saudi (setelah berapa korban meninggal)?*


Yang ana dapat korban saat ini

yang terakhir ya sampai saat ini

itu korban, bukan korban yang terkena virus corona covid-19

Itu sekitar 1000, sekitar 100an

dan yang meninggal itu hanya 3

dan 30 atau 50 ya ana lupa itu yang sehat sembuh

Jadi yang 3 meninggal itu dari daerah kotif

kotif itu yang sebelah timurnya saudi yang dekat dengan iran kalau nggak salah

Iran atau sebrangnya di Iran, ada Bahrai ada semua disitu, seperti itu

Adapun kebijakan kampus saat ini ya

semua harus di tekankan di dalam kamar saja

Jadi bukan diluar gedung ya, di dalam kamar

karena ada tiba-tiba, terkadang ada absen

Ada ya absen dadakan dari pihak musyrif gedung

jadi tiba-tiba datang, kadang suka di absen gitu

kalau seandainya nggak ada bisa kena bisa dianggap pelanggaran

dan pelanggarannya ya mungkin bisa jadi uang beasiswa dikurangin

atau bisa paling parahnya kalau nggak taat itu bisa dikembalikan ke Indonesia

Nah, saat ini ada peraturan yang terbaru nih hari ini baru aja keluar

yaitu peraturan, nggak boleh keluar sama sekali luar kampus

Biasanya kan kalau kemarin kan kalau sebelum-sebelumnya kan

Kita boleh keluar kampus untuk darurat itu ya

darurat itu untuk beli makanan, persiapan masak

Jadi kita ke toko beli peralatan buat dimasak di dapur

Nah saat ini nggak bisa

Nah diganti dengan ada surat jadi kita harus ngisi formulir dipersulit sekarang

Kita harus ngisi formulir

setalah ngisi formulir nanti baru diberikan izin

padahal kalau dilihat toko itu jaraknya ya sekitar dekat lah sama kampus

Cuma keluar gerbang, sebelahnya gitu, seperti itu

karena kan di Saudi juga udah ketat peraturannya

yang sebelumnya itu kan hanya boleh keluar itu waktunya dari jam 8 sampai jam 7 malam

Jadi setelah jam 7 malam itu udah nggak boleh keluar tuh sampai jam 8 pagi

Nah sekarang udah berubah lagi lebih ketat lagi

dari yang boleh keluarnya itu dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore, kayak gitu

Nah itu maksudnya keluar ini ya buat ini ya maksudnya kayak pekerja pekerja

kalau dosen-dosen kalau penuntut ilmu semua nggak boleh keluar pokoknya, ditutup

Jangankan itu, kita aja masjid aja di kampus aja ditutup

Semuanya sholatnya di kamar nggak ada yang di masjid

dan adzan hanya dikumandangkan di masjid dan tidak ada sholat berjamaah disana

Gitu aja, wallahua'lam.

3. *Apakah ada pengecekan gratis dari pemerintah, seperti apa bentuk perlindungannya ke warga?*

Adapun pengecekan gratis tidak ada

hanya saja di lockdown total tidak bisa kemana-mana

Tidak bisa ke luar kota jangankan keluar kota ya keluar gedung aja gabisa

berikutnya adalah seperti apa bentuk perlindungan ke warga

ya seperti tadi ya

maa sya Allah nya saudi ini negara saking kayanya  gitu kan

semuanya itu di gratiskan kalau kita ke mall, maksudnya ke mall ini ke ini ya kemana mau belanja gitu ya

Ke Hypermart atau yang buat belanja itu

Itu banyak sekali diskon-diskon

Nah disitu mungkin ana melihat salah satu luar biasanya Saudi

Itu bukan malah menaikan jadi malah mendiskonkan

dan diskonnya nggak tanggung-tanggung 50%

Selain itu aja, kemarin kan sekitar minggu lalu

ana dan abang ana itu nemenin ke hypermart buat belanja di rumahnya abang ane

itu kesana aja ketat gitu kan

maksudnya harus pakai sarung tangan, di apa semprotan itu handsanitizer

kalau hand sanitizer itu kan buat tangan

ada lagi yang disemprot semprot tuh disenfaksi gitu, kayak vaksin vaksin gitu (?)

kayak gitu masya Allah ya

mungkin itu sih

maksudnya kita disini tuh menjadikan

bosen aja maksudnya kalau nggak punya kuota paling kasian dia, internet

ya Alhamdulillah gitulah Saudi tuh masya Allah semunya di diskonlah, baik sekali

Bahkan saja, bahkan ada nih yang seharusnya dia udah lulus nih

dia disuruh pulang ke Indonesia

dan kalau orang udah lulus dia kan Lc, udah lulus dari kampus

Dia kan berarti udah terputus beasiswa udah nggak dapat beasiswa jadi dia udah dikasih tiket untuk berangkat

saking kaya nya saudi itu beasiswa di tambah sama dia

jadi sampai, gatau kapan nih kemarin aja masih dapat uang saku padahal harusnya dia udah nggak dapat uang saku

dan emang tiketnya ditarik lagi karena istilahnya menjaga mahasiswanya pulang dan sebagainya

dan kabarnya juga Indonesia ini udah di banned

dari pihak Saudi karena penyebaran coornanya yang banyak

Nah, makanya doain, doain yang terbaik insya Allah.

4. *Apakah King Saud Arabia memberikan insentif bagi yang Work From Home?*
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search