-->

Fakta Menarik Kaum Syiah di Saudi

- April 21, 2020

By. Teguh Suprayogi

Tulisan ini saya buat sejak 8 tahun yang lalu. Sudah banyak dicopas dan dishare pada banyak blog atau portal berita. Wajar jika ada yang menuduh saya yang copas, karena banyak yang tak mencantumkan nama saya.

Tayang kali pertama di blog Kompasiana. Banyak mendapat sanggahan dari simpatisan dan tentu saja pengikut Syiah. Ada salah satu lulusan perguruan tinggi di Qum, Iran, yang rajin mendebat semua postingan saya soal Syiah. Masih saya ingat betul nama penanya Black Horse. Nama aslinya baru ketahuan setelah beberapa lama, Olas namanya.

Tulisan selalu saya #repost ulang jika lagi ramai tulisan soal Syiah, seperti saat ini. Tentu ada sedikit revisi atau tambahan yang diperlukan. Semoga Anda tidak mual membaca tulisan ini. Cekidot!

*****

Bagaimana kehidupan kaum Syiah dinegeri Saudi Arabia? Berikut pengalaman saya selama tinggal empat tahun lebih di kota Dammam, ibukota provinsi Timur, Saudi.

Jumlah kaum Syiah sekitar sepuluh sampai lima belas persen dari total penduduk Saudi. Tinggal di kota Dammam dan kota-kota sekitarnya, seperti al Qathif, al Ahsa, dan al Khobar. Jauh sebelum negara Saudi berdiri, kaum ini sudah mendiami tempat-tempat tersebut beberapa abad silam. Sejarahnya panjang.

Cerita ini berdasar pengalaman pribadi berinteraksi dengan orang-orang Syiah yang saya lihat dan temui. Kebetulan saya bekerja di klinik seorang dokter yang berpaham Syiah juga, walau sedikit liberal karena lama mengeyam pendidikan di Amerika. Keyakinan yang diturunkan dari orangtuanya. Banyak pasiennya yang tentu orang-orang
dari kalangan mereka.

Dari merekalah saya bisa sedikit mengorek cerita, dengan sedikit obrolan. Selain itu dapat cerita dari teman-teman TKI yang berprofesi menjadi sopir atau penjaga toko dan mempunyai bos orang Syiah.

Arti Syiah

"Syiah menurut bahasa Arab bermakna pembela atau pengikut seseorang atau setiap orang yang berkumpul diatas suatu perkara" (Azhari Tadzzhibul Lughah,
III/61, Azzabidi Tajul Arus, V/405).

Menurut terminologi syariah dapat
diartikan, "Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau (Ibnu Hazm, Al-Fishal fil Milal wal Ahwa wan
Nihal, II/113).

Walau dalam sejarahnya terpecah menjadi beberapa sekte, namun
yang sering diangkat dan menjadi perdebatan adalah sekte Imamiyah atau Rafidhah.

Aman

Sebagai kaum 'minoritas' di negeri yang dianggap Wahabi bagi sebagian orang, kaum Syiah relatif aman dalam beraktivitas hariannya. Dalam bekerja atau ibadah.
Ada beberapa masjid Syiah berdiri dikota-kota provinsi timur ini, meski ada beberapa yang ditutup oleh pemerintah karena alasan yang saya tidak tahu.

Walau pernah ada riak-riak kecil demonstrasi seperti yang terjadi di kota Qathif hingga menimbulkan korban jiwa, namun secara umum terlihat adem ayem. Bandingkan dengan kaum Sunni yang menjadi minoritas dinegeri-negeri
mayoritas Syiah.

Sholat Jumat tidak Wajib

Pada awal-awal tinggal di Dammam, saya merasa heran ketika adzan sholat Jumat telah dikumandangkan, masih banyak bujang-bujang  Arab yang nyantai tinggal dirumah (saya tinggal di apartemen yang banyak dihuni orang-orang lokal).

Setelah mencari tahu apa alasannya, saya baru ngeh ... ternyata berbeda dengan kaum Sunni yang
mewajibkan laki-laki untuk Jumatan, dalam Syiah dinamakan ikhtiyaary, boleh memilih sholat Dhuhur atau sholat Jumat.

Nikah Mut'ah

Seperti yang pernah saya tulis disini, sekitar bulan Juni atau Juli adalah saat maraknya kawin kontrak atau mutah. Mayoritas pasien yang pernah saya tangani pernah berlibur ke Indonesia dan sangat hapal nama-nama Jakarta, Puncak, Bogor,
Sukabumi, Bandung, dimana di beberapa daerah tersebut ada praktik kawin kontrak, antara turis Timur Tengah dan wanita-wanita lokal.

Banyak Nama Ali dan Husain

Lazimnya penduduk Saudi Arabia, banyak nama anak lelaki yang menggunakan nama Nabi dan para sahabat, seperti Muhammad atau Ahmad, Abu Bakar, Umar, Usman
atau Ali. Namun dikalangan kaum Syiah, nama yang paling populer tentu saja Ali atau anak beliau terutama Hussain. Jangan berharap ada nama Abu Bakar, Umar
dan Usman untuk anak laki-laki dikalangan mereka.

Itu saja beberapa yang bisa saya ceritakan, masih banyak cerita lain sebenarnya, seperti sholat wajib mereka yang hanya tiga waktu, tata cara sholatnya, tanah atau tissue buat sujud saat sholat, buka puasa Ramadan-nya agak malam, bagaimana bila mereka saling bertemu,  hingga beberapa toko di Qathif sudah berani tetap buka ketika adzan sholat dikumandangkan dan seterusnya.

Wallahu'alam.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search