-->

Menjadi Lampu di Malam Gelap

- April 30, 2020


Malam ini ada kejadian surprise di tempat kami mengajarkan Al Quran.

Voucher listrik habis! yah jelas saja padamlah lampu, kipas angin, ac:(. Panas bisa ditahan tapii kami yang sedang belajar langsung riuh rendah takkaruan. Ada yang mencoba kabur#ups, ada yg keluar entah kemana., tapi ada yg tetap dalam halaqohnya untuk memuroja'ah hafalan:)

Dalam gelap kita tidak bisa melihat apalagi membaca. Kejadian malam ini mengingatkanku akan pentingnya memahami Al Qur an karena memahami Al Qur an adalah sarana untuk mengamalkan isinya.

Seorang ulama bernama Iyas Ibnu Muawiyah berkata "Perumpamaan orang yang membaca Al Qur an dan tidak memahami isinya ibarat suatu kaum yang mendapat surat perintah dari rajanya, surat itu datang dimalam hari dan tidak ada lampu yang bisa menerangi, kemudian kaum tersebut bingung dan gelisah tidak tau isinya.

Perumpamaan orang yang membaca Al Qur an dan paham akan isinya seperti orang yang membawa lampu untuk kaum tersebut, sehingga dia menjadi penerang dan bisa mengetahui isi surat tersebut".

Betapa diri ini sangat malu belum banyak tau karena alat untuk bisa memahami belum dikuasai:(...

Masih terngiang dalam ingatan tausiah ustadz Dr Amir Faisol Fath untuk bisa memahami Al Qur an harus bisa bahasa Arab..karena Al Qur an di susun dalam bahasa Arab.

Harus semangat dan lebih semangat lagi untuk menghadiri kuliah bahasa arab,berusaha menghadirkan 1001 alasan untuk menjadi baik:).

Salah untuk menjadi baik itu tak mengapa? Apalagi salah dalam menuntut ilmu itu berpahala siapa ga syuka??asaaal jangan keterusan salahnya jd kebangetan kalo gitu:D

Senyum-senyum dan malu sendiri jika inget percakapan yg selalu salah#eh
A : "Ana atbukhu 'bakwan jagung' ustadz. Man turidu?:)"
U : "Man yuriidu..?"
A : "Oo na'am man yuriidu?:$:(....

Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan pertinggilah pemahamanku...

Catatan persis 6 tahun lalu, cepat sekali beralušŸ˜­

-- Anindya Sugiyarto 
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search