-->

Sebait Lagu untuk Istri Orang

- April 07, 2020

Oleh: Doni Riw

Mari anda bayangkan. Bagaimana pendapat anda jika saya membuat dan menyanyikan sebuah lagu untuk istri orang?

Saya puji kecantikan. Saya puji kulitnya yang putih mulus dan merona. Saya puji kelembutannya. Saya ceritakan sifat manjanya.

Biar saya tebak. Pasti anda akan mengatakan saya gila. Tak tau diri. Tak tau malu. Atau segudang celaan lain.

Sekali lagi mari saya tanya pendapat anda. Bagaimana jika wanita itu adalah istri Rasulullah SAW? Aisyah putri Abu Bakar radhiyAllahuanha.

Jujur, ketika saya pertama kali mendengar lagu yang sedang viral itu, saya langsung memikirkan kecantikan beliau dan pesona beliau. Tetapi sedetik berikutnya saya merasa sangat bersalah karena yang saya bayangkan itu adalah istri Rasulullah SAW. Manusia paling mulia di seluruh jagat raya.

Tak ada pertentangan dari ulama, bahwa semua istri-istri Rasulullah wajib mengenakan cadar. Tidak tabaruj. Berdiam di rumah. Tidak bepergian jika tidak ada alasan yang haq. Sebuah penghormatan bagi beliau dan kehati-hatian bagi ummat. Tapi kini?
.
Entahlah. Saya tidak sedang pro atau kontra pada lagu tersebut. Hanya saja, saya menangis ketika mendengar lagu itu.
.
Jangankan menyimak kisah Rasulullah dan Aisyah. Menyimak kisah Ali, Abdullah bin Masud, atau sahabat-sahabat lain saja membuat saya menangis terharu.
.
Tetapi air mata kali ini berbeda. Tidak sekedar air mata haru seperti biasanya. Tetapi juga sekaligus air mata kesedihan dan rasa bersalah karena sudah membayangkan istri Nabi. Sebuah perbuatan yang tidak pantas sama sekali.
.
Mungkun tidak semua orang merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan. Karena semua bergantung pada pemahaman dan pengalaman masing-masing orang. Tapi demikianlah apa yang saya rasakan.
.
Yaa Allah, yaa Rasullullah, maafkan aku 😭🙏
.
Jogja 4420

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search