-->

ZOOM Warning

- April 28, 2020


by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Ternyata banyak juga yang memberi warning kepada saya untuk hindari pengajian pakai zoom. Tapi lucunya, setiap saya tanya balik kepada yang memberi warning, apakah pernah mengalami apa yang anda warning-warning itu, jawabannya selalu mengecewakan.

Kebanyakan  cuma bilang begini,"Wah saya kurang tahu juga ya, karena sebenarnya saya sendiri belum pernah pakai zoom, ustadz".

Ealah... ente nggak pernah pakai kok bisa-bisanya kasih saya warning?

Jawabnya aneh,"Wah, saya cuma copy-paste saja dari broadcast nya orang lain.

"Terus ente tanya nggak ke orang yang nyebarin itu, apa pernah menggunakan sendiri dan mengalami apa yang diwarningkan itu?".

Ternyata yang mengirimkan itu juga sama sekali tidak tahu, bahkan juga belum pernah meeting pakai zoom.

Maka saya kecewa sekali dengan mereka yang suka memberi warning-warning itu, kirain dia ekspert, ternyata modalnya cuma copas doang.

Padahal maksud saya mau saya ajak diskusi, kalau saya disuruh berhati-hati, oke lah saya akan berhat-hati. Tapi langkah kongkrit dari berhati-hati itu apa? Prosedurnya bagaimana biar kalau pas kita lagi ber-zoom-ria bisa tetap aman?

Bisa nggak kasih contoh kasus tertentu yang pernah dialami sendiri, lantas beri juga cara untuk mengantisipasinya?

Dan pada nggak bisa jawab. Rupanya cuma orang sotoy doang, bukan user betulan.

* * *
Saya jadi teringat tahun 90-an dulu, ketika hampir semua kita belum lagi terkoneksi dengan internet, ketika semua komputer masih stand alone. Saat itu juga beredar warning untuk berhati-hati menggunakan komputer, alasannya nanti bisa kena virus. Hehehe

Lucunya, warning kayak gitu ditelan mentah-mentah, tanpa tahu apa yang dimaksud dengan virus itu sendiri.

Sampai ada seorang pak ustadz dalam satu ceramah pengajian mengharamkan komputer. Katanya semua komputer di dunia tidak ada yang aman karena pasti mengandung virus. Dan virus itu berdampak negatif bagi kesehatan tubuh kita. Jadi kesimplannya, komputer itu haram.

Walah-walah, kok sampai kesitu-situ ya.

Parahnya lagi, dengan santainya pak ustadz itu bilang bahwa sejak 14 abad yang lalu Al-Quran telah mengharamkan komputer, sambil mengutip surat Ar-Rum ayat 41 : "zhaharol fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidin nas".

Padahal virus yang dimaksud adalah virus komputer, bukan virus biologis. Virus komputernya menyebar lewat jaringan internet. Sedangkan komputer kita di jaman segitu  tidak ada yang terkoneksi dengan internet. Kalaupun mau tersebar, kemungkinan besarnya lewat disket atau belakangan lewat USB flash-disk. Padahal kita masih pakai disket jaman segitu, bahkan banyak yang prompt A dan B tidak berfungsi.

Jadi si ustadz sotoy satu ini hanya menelan begitu saja bulat-bulat berita yang dia terima, tanpa tahu apapun yang sedang dibicarakan. Mungkin dia ingin dianggap pinter, lalu ngomong yang bukan bidangnya.

Oh ya satu lagi, ada pejabat di masa itu yang diwawancarai wartawan. Ditanya apakah Bapak punya email?

Si pejabat menjawab dengan meyakinkan,'Saya tadinya punya dua email. Tapi yang satu itu sudah saya sumbangkan ke panti asuhan dan satunya lagi saya jual'.

Hihi, email kok disumbangkan atau dijuaI? Gak paham membedakan email dengan komputer.

Menghadapi orang-orang sotoy kayak gitu sering bikin geli sendiri . . .
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search