-->

Mushaf Bapak yang Bicara

- Mei 09, 2020


Mushaf berukuran besar ini mulai digunakan Bapak sejak 2003, kemanapun & dimanapun baik safar maupun muqim, Bapak selalu membawa mushaf ini. Seakan tidak mau berpisah darinya, Bapak literally menjadikan al-Quran sebagai sahabatnya.



Meski covernya sudah hampir copot, beliau membetulkannya lagi dengan solatip. Lembaran halamannya sudah menebal, pertanda sering dibolak-balik, warna kertasnya juga sudah menguning. Beliau menggunakannya untuk tilawah, menghafal, murajaah. Banyak catatan-catatan tersimpan rapih di mushaf ini. Ayat-ayat yang dirasa berkesan atau dilihat saling mirip, beliau tandai dengan garis stabilo atau pulpen.



Masih teringat betul tegurannya jika sesekali saya menggunakan mushaf kecil seukuran tangan, “Jangan pakai mushaf kecil, nanti mata kamu rusak!” Atau “Pakai mushaf itu yang standar besar, biar mudah ngafalinnya & ga salah-salah”

Beliau bukanlah hafidz 30 juz, tapi obsesinya untuk menjadi hafidz Quran 30 Juz selalu tertanam kuat.

 “Doain Bapak ya, Syir. Bapak punya cita-cita sebelum meninggal hafal Quran 30 Juz”.

Sebab itu, sepanjang 2011-2014, Mukhayyam Quran selalu rajin diikuti. Selama 4 tahun istiqamah menghafal hingga terhenti di 11 juz, padahal umurnya sudah 57. Kalaulah penyakit yang menyerang sarafnya tidak berlanjut membuatnya ringkih di 2015, saya yakin Bapak selesai 30 Juz.

Ayat favoritnya adalah al-Baqarah: 132-133. Di lembaran awal & akhir mushaf banyak kutipan hadits-hadits favoritnya, diantaranya; “Jika seorang manusia meninggal, maka semuanya terputus kecuali tiga; Anak shalih yang mendoakan, ilmu yang bermanfaat, dan shadaqah jariyah”.

Ada juga tujuh tujuan dari tilawah yang beliau catat; “Ibadah kepada Allah, munajat-meningkatkan Iman, menambah ilmu, meningkatkan amal, menambah gizi spiritual, mengobati penyaki kejiwaan & jasmani, mempermudah hafalan.”

Satu artikel potongan berita tentang wafatnya Muqri’ pemegang sanad al-Quran tertinggi di dunia; Syaikh Bakri at-Thorobisyi, juga terselip rapih di an-Nahl ayat 79. Entah apa maksudnya, yang jelas doanya: “Semoga mushaf ini menjadi saksi bagi pembacanya” terkabul, karena anaknya kini sudah bersambung sanadnya dengan Syaikh Bakri.

Rahimakallah ya Abati.

-- Saihul Basyir (@basyiirun)
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search