-->

Naik Darah di Bukit Shafa

- Mei 06, 2020
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menaiki Bukit Shafa. Kemudian dengan suara lantang, beliau memanggil-manggil, "Wahai orang-orang Quraisy! Wahai orang-orang Quraisy!"

Penduduk Mekah yang sibuk dengan urusannya terkejut dan menoleh.
"Muhammad berseru dari atas Shafa!" seru mereka.
Seketika, orang-orang datang berduyun sambil bertanya-tanya khawatir, "Ada apa?
Ada apa?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memandang kerumunan orang di bawah yang menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.

"Bagaimana pendapat kalian kalau kuberi tahu bahwa di balik bukit ini ada pasukan berkuda yang siap menyerbu. Percayakah kamu kepadaku?" tanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

"Kami percaya!" jawab orang-orang yang di berkerumun itu.
"Kami tidak akan meragukan kata-katamu. Tidak pernah kami mendengar engkau berdusta."

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menarik napas dan menyampaikan seruannya, "Aku mengingatkan kalian sebelum datang siksa yang amat berat! Wahai orang-orang Quraisy, Allah memerintahkan aku untuk memberi peringatan kepada kalian bahwa yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat adalah mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullah."

Sahabat fillah, sejenak orang-orang tampak terpesona. Namun, Abu Lahab yang juga hadir disitu, dengan cepat naik darah. Ia berseru keras-keras mencaci Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Celaka engkau, Muhammad! Binasa dan celakalah seluruh hari-harimu! Hanya untuk omong kosong itukah kamu mengumpulkan kami?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak berkata apa-apa dihina sekeras itu. Beliau hanya menatap tajam wajah Abu Lahab. Setelah teriakan Abu Lahab itu, orang-orang Quraisy seperti disadarkan dari rasa terpesonanya. Mereka bubar dengan bermacam tingkah. Ada yang mengerutkan kening, ada yang berbisik-bisik, ada yang melirik Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sambil tersenyum mencibir.

Hinaan Abu Lahab itu tidak dibiarkan Allah.Turunlah firman yang mengutuk perbuatan itu.


Bisa dibayangkan betapa sakitnya hati Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam  dihina Abu Lahab. Abu Lahab adalah paman Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Namun, lebih dari itu Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam menikahkan kedua putrinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum dengan kedua putra Abu Lahab, Utbah dan Utaibah.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search