-->

Kasus Anjing Disiram Air Keras "Tidak Sengaja" Mendapat Banyak Karangan Bunga

- Juni 23, 2020

Karangan bunga menghiasi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (23/6/2020) menjelang vonis kasus anak anjing disiram air keras.

Diketahui, kasus penyiksaan anak anjing yang disiram cairan kimia jenis soda api 'tak sengaja' itu terjadi di kawasan Senen pada akhir 2019. 

Pelapor kasus penyiksaan anjing, Yayasan Natha Satwa Nusantara adalah pengirim karangan bunga
yang ditujukan kepada Hakim Ketua Wadji Pramono, yang akan memimpin sidang vonis dengan terdakwa Aris Pandin Tangkelabi.

Karangan bunga itu bertuliskan "Terima Kasih Yang Mulia Hakim Wadji Pramono, Buat Jera Pelaku Kekerasan Terhadap Hewan".

Dalam akun di media sosial pada Senin, 22 Juni 2020, yayasan itu menyatakan telah mengirimkan karangan bunga sebagai apresiasi untuk hakim hingga Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus kekerasan terhadap hewan itu.

"Kami dan 48 organisasi penyayang hewan dari federasi Gerakan Anti Kekerasan Hewan Domestik Indonesia (GAKHDI) mengirimkan karangan bunga papan ukuran 2x4 meter sebanyak 3 buah yang berisikan apresiasi kepada Yang Mulia Hakim Wadji Pramono karena telah menjalankan kasus ini dengan sangat baik," kata Direktur Annisa Ratnakurnia saat ditemui sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Aris Tangkelabi Pandin merupakan terdakwa atas kasus penganiayaan hewan tersebut. Ia menyiramkan soda api terhadap 6 anjing milik adik iparnya, Jelli yang tinggal satu rumah dengannya di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, pada November 2019.

Kasus tersebut ditangani dan dilaporkan oleh Natha Satwa Nusantara mengenai penganiayaan hewan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri yang menangani kasus anjing disiram air keras itu mengatakan terdakwa Aris dituntut 4 bulan penjara dan denda Rp 2.000.000 dengan berlandaskan UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. "Iya, benar tadi tuntutan," kata Jaksa Andri pada Rabu 3 Juni lalu.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search