-->

Bacaan Alquran Ust Felix Siauw Dikuliti Rais Syuriah NU

- Juli 01, 2020
Pendakwah Felix Siauw mendapat kritikan dari Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin.

Kiai Ishomuddin mengkritik cara Ust Felix Siauw membaca Alquran. Kritikan tersebut dilontarkan terkait video Felix Siauw tengah ceramah dan membacakan ayat Alquran.

KH Ishomuddin menyarankan Ust Felix Siauw agar lebih dulu belajar membaca Alquran secara benar sebelum menjadi ustaz.

“Belajar dulu baca Alquran dengan benar kepada para ahlinya sebelum menjadi ustaz. (Sebuah Catatan Untuk Felix Siauw) oleh: Ahmad Ishomuddin,” tulis KH Ishomuddin di media sosial pada Rabu (1/7/2020).

Dalam video itu, kata KH Ishomuddin, Felix sedang bermaksud menafsirkan kata “hikmat” pada sila keempat Pancasila dengan mengutip Qs al-Jumu’ah ayat 1.

"Baru-baru ini saya membuka Facebook, tidak sengaja menemukan sebuah video singkat Felix Siauw. Saya sengaja menontonnya karena merasa penasaran. Terlihat jelas konteksnya, Felix sedang bermaksud menafsirkan kata 'hikmat' pada sila keempat Pancasila dengan mengutip Qs. al-Jumu’ah ayat 1 di hadapan beberapa orang berseragam putih-putih, sepertinya seragam pasukan FPI. Mungkin saja motifnya agar ia sebagai tokoh ex-HTI tidak lagi dituduh sebagai orang yang anti Pancasila,” tulis KH Ishomuddin.

Felix Siauw dinilai melakukan banyak kekeliruan saat membaca Qs. al-Jumu’ah ayat 1 tersebut.

"Seperti sudah saya duga, Felix nyata-nyata melakukan amat banyak kekeliruan meski hanya membaca satu ayat al-Qur’an, yaitu Qs. al-Jumu’ah ayat 1 itu. Kesalahan itu menurut ilmu tajwid bukan terkategori sebagai kesalahan yang ringan (al-khatha’ al-khafiy), melainkan kesalahan yang fatal (al-khatha’ al-jaliy),” ujar KH Ishomuddin.

“Saya tidak terkejut melihat Felix keliru fatal membaca ayat, apalagi bila ia nekad menafsirkannya, jelas berdasarkan hawa nafsu, bukan dilandasi ilmu. Kekeliruannya itu wajar karena bekal ilmu agamanya yang amat terbatas dan belum memadai,” sambungnya.

Kesalahan fatal lainnya, kata KH Ishomuddin, Felix telah mengurangi dua kata dalam satu redaksi di ayat 1 QS al-Jumu’ah tersebut.

Ust Felix juga telah mengurangi dua kata dalam satu redaksi ayat di atas, "Yaitu satu kata benda 'ma' dan satu huruf jarr/ preposition dalam kalimat yang lengkapnya adalah 'wa ma fil-ardli', sehingga menjadi 'wal-ardli',” ujarnya.

“Padahal, membaca alquran dengan benar itu wajib, sehingga bacaan yang sebaliknya seperti mengurangi satu huruf saja (nuqshan al-harfi) dari ayat alquran atau menambahinya satu huruf (ziyadat al-harfi), menukar satu huruf dengan huruf lainnya (tabdil al-harfi bil-harfi), atau merubah beberapa harakat dan sukun (taghyir al-harakat wa al-sakanat) itu terkategori sebagai kesalahan fatal atau al-khatha’ al-jaliy, yang jelas hukumnya haram,” jelasnya.

Kekeliruan Felix yang lainnya terkait bacaannya atas Qs. al-Jumu’ah ayat 1 sepertinya karena ia sama sekali tidak memahami tata Bahasa Arab, terutama ilmu dasar yaitu Ilmu Nahwu/sintaksis dan Ilmu Sharf/morfologi.

“Felix agaknya tidak paham Ilmu al-Sharf, sehingga ia tidak mampu membedakan mana ayat al-Qur’an yang diawali dengan kata kerja bentuk lampau (fi’il al-madli) “sabbaha” dan mana ayat yang diawali dengan kata kerja bentuk sekarang atau yang akan datang (fi’il al-mudlari’) “yusabbihu”,” ujar KH Ishomuddin.

"Bagi siapa saja yang tidak benar-benar kuat hapalan bacaan al-Qur’annya, kedua kata kerja berbeda bentuk di atas berpotensi diletakkan bukan pada redaksi ayat yang tepat. Padahal kata “tasbih” di dalam al-Qur’an kadangkala ditulis atau dibaca dalam salah satu dari empat bentuk, yaitu al-mashdar seperti firman Allah, al-madli seperti, al-mudhari’ seperti firman Allah, atau al-amr seperti firman Allah ta’ala,” tambahnya.


Advertisement

2 komentar

avatar

Saya tidak tahu apa sdh benar cara menegur sesama muslim itu hrs melalui media sosial atau media online. Apa sdh dibenarkan adab seperti itu.

avatar

seharusnya judul artikel ini adalah "Rais Syuriah NU menguliti adab dirinya sendiri". Pas!


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search