-->

Mengapa di Rumah Rocky Gerung Ada Mushola dan Mukena?

- Juli 09, 2020

Pengamat politik Rocky Gerung di rumahnya memiliki musala yang di dalamnya terdapat sajadah dan mukenah. Padahal, Rocky Gerung bukan seorang muslim.

“Ada sajadah, mukena. Apakah Rocky Gerung pakai mukena? atau ada orang yang tinggal di sini? Tapi nggak ada perempuan di sini,” tanya Said Didu,  di channel YouTube MSD, Kamis (9/7).

"Jadi ada sajadah, ada mukena untuk sholat perempuan. Ini Rocky Gerung nih agak aneh. Nanti kita tanya kira-kira apa sih sebenarnya (maksud) Rocky Gerung itu,” tambah Said Didu.
Ia menanyakan mengapa ada sajadah dan mukena di musala itu. Rocky tentu saja tidak  mengenakan mukenah.
“Mungkin ada yang ketinggalan (mukena) atau sengaja meninggalkan,” jawab Rocky Gerung sambil tertawa.

“Atau menunggu tamu yang akan pakai mukena?" tanya Said.

“Ya itu persiapan nanti. Semua harus disiapin bila saatnya tiba,” katanya sambil menjelaskan  bahwa rumahnya adalah ruang untuk semua manusia.
Rocky Gerung meskipun dia tidak beragama Islam tapi tidak asing dengan Islam.

Rocky Gerung mengaku pernah belajar filsafat Islam 4 semester dengan Profesor Harun Nasution di IAIN.

Rocky juga pernah belajar hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Indonesia 3-4 semester.

“Jadi saya bisa bicara dengan teman-teman muslim di wilayah muamalah yang horizontal bukan di wilayah vertikal yang isinya akidah,” kata Rocky Gerung beberapa waktu lalu.

Menurut Rocky, di wilayah muamalah, boleh berdebat, tapi tidak di wilayah keyakinan.

“Justru saya menghindari pembicaraan keyakinan dalam agama apapun karena itu bagian paling misteri dari keyakinan seseorang soal iman, hidayah, panggilan,” tuturnya.

Menurut dia panggilan keyakinan seseorang itu hanya bisa dijawab oleh orang itu sendiri karena dia tidak mendengar panggilan orang lain.

“Panggilan langit itu didengar hati nurani dan dijawab dengan hati nurani. Bukan dijawab di depan speaker. God is watching us,” ucap Rocky Gerung.

Problem dasar di Indonesia ini, kata dia, bukanlah perselisihan doktrin agama melainkan soal keadilan sosial.

“Negeri ini justru dibikin cemas seolah-olah problem dasar kita adalah perselisihan doktrin agama. Padahal di dasarnya ada soal keadilan sosial,” tandas Rocky Gerung.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search