-->

Depan Banser, MUI: Khilafah Tidak Sama dengan PKI

- Agustus 23, 2020

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Adjamuddin Ramly menegaskan, khilafah berbeda dengan komunis. 

Khilafah, menurut dia, justru merupakan bagian dari sejarah Islam yang berhak diketahui oleh seluruh umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia.

"Namanya khilafah itu bagian dari pada substansi ajaran Islam dan bagian dari sejarah Islam, yang tidak sama dengan PKI, yang tidak sama dengan komunisme. Ini perlu diperhatikan," kata dia.

Hal tersebut dikatakan Adjamuddin dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Petang di TV One, Sabtu (22/8/2020). Ia mengatakan itu terkait video yang viral di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Banser mendatangi seorang pria berpeci putih, yang diduga bagian dari organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengajarkan soal khilafah di Rembang, Jawa Tengah.

"Bukanlah karena kita mengetahui khilafah lantas kita terapkan di negeri ini," kata Adjamuddin.

Dia mengingatkan bahwa umat Islam di Indonesia sudah sepakat tentang negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Tetapi khilafah itu tidak boleh dilarang dan tidak boleh berhenti didiskusikan terus-menerus dan bisa dipidatokan. Tapi bukan untuk diimplementasikan," kata Adjamuddin.

Hal ini tetap perlu diketahui untuk menjadi ilmu pengetahuan. "Karena itu bagian dari pada sejarah Islam. Itu dia tidak sama dengan komunisme. Berbeda," ujar dia lagi.

Ia mengatakan itu saat adu pandangan dengan Ketua PC GP Ansor Bangil Sa'ad Muafi.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search