-->

Korban Akuarium: Digusur Ahok, Kini Doakan Anies

- Agustus 19, 2020

Korban penggusuran dari kolektif Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Supiyatih (37) masih merasakan kejamnya rezim Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pada tahun 2016 silam,Ahok menggusur kawasan tersebut dengan alasan revitalisasi dan menduduki tanah negara.

Pada Senin (17/8/2020), Gubernur DKI, Anies Baswedan datang di acara peletakan batu pertama di kawasan tersebut. Pada momentum yang bertepatan dengan HUT RI ke-75 itu, Supiyatih bersama anak lelakinya turut larut dalam euforia.

Bersama sang anak, dia menenteng poster aspirasi yang menjurus pada pujian kinerja sang Gubernur. Begini tulisannya : "Semoga tuhan membalas kebaikan dan kemurahan hatimu berlimpah limpah #AniesBaswedan#"

Sama seperti kebanyakan warga, Supiyatih juga menyambut baik kedatangan orang nomor satu di Ibu Kota tersebut. Bagi dia, acara hari ini adalah penantian yang panjang seusai penggusuran terjadi.

"Ini ibaratnya penantian kami selama abis gusuran, inilah," ungkap Supiyatih di sela-sela acara, Jumat sore.

Sebagai manusia, Supiyatih tentunya memiliki harapan. Tak muluk-muluk, dia ingin pembangunan di kawasan yang disebut Kampung Susun Akuarium itu terus berjalan.

"Inginnya berlanjut lah. Jangan hanya janji-janji saja," sambungnya.

Supiyatih ingat pada tahun 2017, saat Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Saat itu dia dan sebagian warga di Kampung Akuarium tinggal di tenda-tenda, sebagian lain memilih pindah ke tempat lain.

"Saya dulu pas abis gusuran di tenda. Sebelum ada shelter, saya tinggal di tenda di puing-puing," ungkap dia.

Ia melanjutkan, saat itu dia tinggal secara tragis. Mulai dari hujan yang menggangu tidurnya di tenda hingga serangan tikus yang kerap menjadi hama.

"Pokoknya tragis nggak bisa diomong lah. Kalau hujan keujanan, tenda rubuh. Gigitan tikus sudah jadi makanan sehari-hari," ungkap Supiyatih.

Pada saat itu pula, Supiyatih tengah mengandung anak lelakinya -- yang kelak diberi nama Muhammad Anies Sandi. Bocah yang lahir pada tanggal 17 Februari 2017 diberi nama seperti itu karena Anies dan Sandiaga Uno --pasangannya saat Pilkada-- sempat datang ke tenda Supiyatih.

"Nah mejelang Pilkada pak Anies datang. Lahirannya pas Pilkada makanya di kasih nama Muhammad Anies Sandi," ucap dia.

Sementara itu, Anies dalam sambutannya menyatakan jika hari ini menjadi babak baru bagi kolektif Kampung Akuarium. Sebab, pembangunan lokasi yang disebut 'Kampung Susun Akuarium' dimulai pada hari ini.

"Sore hari ini jadi hari bersejarah karena Insha Allah, babak baru kampung akuarium akan dimulai sore ini," ungkap Anies.

Anies mengungkapkan, acara peletakan batu pertama yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 sebagai momen khusus.

"Tapi Allah punya takdir, bahwa hari kemerdekaan ini dirayakan juga sebagai kemerdekaan bagi warga Kampung Akuarium juga," sambungnya.



Sumber

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search