-->

Tak Ada Foto Wapres Ma'ruf di Yayasan HTI, Banser Nilai Khilafah Harus Dibumihanguskan

- Agustus 23, 2020

Ketua PC GP Ansor Bangil Sa'ad Muafi mengatakan, organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) banyak ditolak di luar negeri lantaran ingin membangun sistem pemerintahan secara khilafah.

"Artinya begini, ajaran-ajaran itu masih ada. Itu sampai menyerupai ideologi. Itu yang perlu dipahami," kata Sa'ad. 

Dia juga mengaku pihaknya menemukan bukti-bukti faktual di lapangan Dia (tokoh HTI) tidak bisa menghargai presiden. Dia tidak bisa kemudian memasang foto Kiai Ma'ruf Amin, bahkan tidak ada Bendera Merah Putih. 

"Bahkan nama wakil presiden pun dia tidak tahu. Itu ketua yayasan sekaligus kepala sekolah. Bisa dibayangkan doktrinasi mereka bagaimana," ucap dia dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Petang di TV One, Sabtu (22/8/2020).

Sa'ad sepakat khilafah boleh saja menjadi bahan diskusi jika dikaitkan dengan sejarah termasuk sejarah Islam. "Tetapi, kita bahas hari ini ketika itu menyangkut ideologi dan ingin mengubah sistem ideologi Pancasila. Ya harus dibumihanguskan dong dari Bumi Pertiwi ini," ujar Sa'ad lagi.

Sa'ad juga mengatakan, yang tengah terjadi bukan berupa diskusi namun berbentuk doktrinasi yang sudah dilengkapi dengan bukti oleh pihaknya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search