-->

Turki Temukan 800 Milyar Meter Kubik Gas di Laut Hitam, WNI: Pemerintah Sini Baru Temukan Dana Umat

- Agustus 21, 2020

Sumber daya gas alam melimpah di Laut Hitam ditemukan oleh Turki. Gas itu dapat membantu untuk mengurangi ketergantungan impor energi jika gas tersebut dapat diekstraksi secara komersial.

Bocoran itu datang dari dua sumber pemerintahan Turki. Di mana hal tersebut kemungkinan besar merupakan "kabar baik" yang ingin disampaikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari ini, Jumat (21/8). Pada Rabu (19/8), Erdogan mengatakan kepada eksekutif energi akan mengumumkan "kabar baik" yang akan menandai "periode baru" bagi Turki.

Ucapan Erdogan tersebut bahkan sudah berhasil menaikkan saham perusahaan energi Turki dan mengangkat lira dari rekor terendahnya pada pekan ini, seperti yang dikutip dari Reuters. Erdogan sendiri belum memberikan rincian apapun terkait dengan penemuan gas di Laut Hitam. Namun satu sumber mengatakan, skala gas yang ditemukan tersebut berpotensi dapat memenuhi kebutuhan energi Turki selama 20 tahun. Sejak akhir Juli, kapal bor Turki, Fatih, sudah beroperasi di zona eksplorasi yang dikenal sebagai Tuna-1, sekitar 100 mil laut di utara pantai Turki di Laut Hitam bagian barat.

 "Ada temuan gas alam di sumur Tuna-1," ujar sumber tersebut. "Cadangan yang diharapkan adalah 26 triliun kaki kubik atau 800 miliar meter kubik, dan itu memenuhi sekitar 20 tahun kebutuhan Turki," sambungnya. Tetapi, sumber itu mengatakan, membutuhkan waktu 7 hingga 10 tahun untuk memulai produksi dengan biaya investasi sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS.

Kabar baik itu mendapatkan komentar warganet Indonesia. Turki dinilai berbeda jauh dengan Indonesia.

"Pemerintah sini baru bisa temukan dana umat," kata warganet bernama Gustiawan.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search