-->

Di Depan Presiden PKS, Mahfud MD: Nyatanya Partai Dakwah Ngirim Wakilnya di Penjara

- September 19, 2020


Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengkritik Menko Polhukam Mahud MD yang mengaku tidak bisa melakukan apa-apa.

"Saya mengapresiasi keterusterangan prof Moh Mahfud MD tapi saya sedih. Kalau Menko bilang dirinya n Pres Jokowi  sudah tidak bisa berbuat apa-apa, lalu siapa yg akan memperbaiki penegakan hukum? Apa Pam Swakarsa?" kata Sohibul pada Jumat (18/9/2020).

Mahfud MD terus merespons dan mengatakan Sohibul Iman hanya membaca berita dari judulnya saja, tidak menyimak pernyataannya.

"Sy diminta bercaramah ttg "Insan Adhiyaksa dan "Kelembagaan" Kejaksaan Agung". Jika menyangkut insan itu menyangkut moral personal shg sy, Presiden, dan orng sehebat Pak Sohibul takkan bs ngatasi," kata dia.

Untuk insan, kata dia, kuncinya hanya pendidikan moral bukan penindakan hukum. Tapi kalau menyangkut "kelembagaan" tentu harus ditindak secara hukum jika melanggar hukum. Buktinya banyak pejabat, jaksa, hakim, polisi, yang dipenjarakan. Tapi penindakan hukum hanya bisa dilakukan oleh pejabat yang berwenang menindak.

"Kalau proses peradilan dan hakim korup tentu sy, Presiden, dan Ustadz Sohibul Iman pun tak blh mengintervensi. Kita dan presiden sekalipun tak bs ngapa2in krn kewenangan dibatasi oleh UU. Keadaan ini tak bs diatasi oleh parpol dakwah sehebat apa pun. Ini tugas kolektif, Ustadz," kata dia.

"Mengatakan "kasihan rakyat kalau Menko dan Presiden tak bs berbuat apa2" adl sama dgn bilang "kasihan rakyat kalau partai dakwah tak bisa berbuat apa2". Nyatanya patai dakwah ikut mengkontribusi kondisi ini, buktinya ikut mengirim wakilnya di penjara. Itu krn tak bs ngapa"in kan?" kata dia menambahkan dengan menyindir PKS.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search