-->

Dulu Bilang Bukan Menteri Agama Islam, Sekarang Mengapa Bicara Terus Radikalisme Dai?

- September 08, 2020

 


"Kita harus sepakat bahwa teman-teman, Pak Fachrul menteri agama ya, iya tapi saya bukan Menteri Agama Islam."

Pernyataan itu ditegaskan oleh Menteri Agama Fachrul Razi  di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 23 September 2019.

"Saya Menteri Agama Republik Indonesia. Di dalamnya ada agama-agama lain," sambung pria berlatar belakang militer dan mengaku bukan lulusan pondok pesantren maupun sekolah agama.

Namun demikian, seiring amanah yang diembannya, Fachrul kerap kali menyinggung dan membuat pernyataan kontroversial terkait mengurusi umat Islam.

Pernah Wacanakan Larangan Cadar dan Celana Cingkrang Bagi PNS

Ia pernah mewacanakan melarang menggunakan niqab atau cadar masuk instansi pemerintah.

"Kalau orang mau pakai silakan," kata Fachrul Razi.

Pemakaian cadar atau tidak, kata dia, bukan menjadi tolok ukur ketakwaan seseorang. 

"Jadi cadar itu bukan ukuran ketaqwaan orang, bukan berarti kalau sudah pakai cadar taqwanya tinggi. Sudah dekat dengan Tuhan, cadar dak ada dasar hukumnya di Alquran maupun Hadits dalam pandangan kami," kata dia.

Alasan melarang penggunaan cadar, ia menjelaskan demi alasan keamanan. Salah satu contohnya bagi orang yang masuk lingkup instansi pemerintahan diwajibkan melepas jaket dan helm. Begitu pula apabila diberlakukan bagi orang memakai cadar. Menurut dia, agar wajah mereka dapat terlihat jelas.


Menag Sebut Radikalisme Disebarkan Pemuda Good Looking dan Hafiz 

Menag menyebut paham radikal bisa masuk melalui mereka yang berpenampilan menarik alias good looking.

Hal itu diungkapkan saat menjelaskan tentang paham radikal di lingkungan ASN yang harus diwaspadai. Dia menyatakan bila tidak diseleksi dengan baik, khawatir benih-benih atau pemikiran-pemikiran radikal itu akan masuk ke pemikiran ASN.

Lalu?

Menag berkali kali melakukan blunder yang menyakiti umat Islam. Harusnya kita bangga bahwa generasi muda bangsa yang good looking mulai banyak yang mau mengabdikan dirinya berdakwah. Seharus kriteris yang disebut cukup menginspirasi, jangan malah digeneralisir sebagai modus penyebaran radikalisme tanpa dasar.

Politisi PKS Nurhasan menilai, "Lebih baik Menteri Agama instropeksi diri dan bebenah ke dalam. Fokus pada tupoksinya memperbaiki kualitas Madrasah dan Penyuluh Agama karena inilah ujung tombak untuk memerangi radikalisme,” kata Nurhasan.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search