-->

Inilah Tujuan Nabi Tanam Daun Basah di Kuburan

- September 28, 2020


Dari Ibnu ‘Abbas r.a., Nabi Muhammad SAW melewati 2 kuburan, kemudian dia berkata: “Penghuni 2 kuburan ini sedang diazab; yang satu karena tidak bersuci setelah kencing, dan yang satunya karena selalu namimah (adu domba)”., kemudian Nabi Muhammad SAW mengambil daun basah dan membelahnya menjadi 2 lalu Nabi Muhammad SAW menanamnya di masing-masing kuburan tersebut lalu berkata: “semoga keduanya diringankan adzabnya selama daun itu basah”. (HR.Bukhari)

Untuk menjelaskan wajh istidlal yang dipakai oleh jumhur ulama dengan hadits, mari simak apa yang disebutkan oleh salah seorang ulama kenamaan dari madzhab al-Hanabilah; Imam al-Buhuty dalam kitabnya Kasysyaf al-Qina’:

Kalau saja keringanan adzab itu bisa diharapkan dengan tasbihnya daun (al-Isra 44), maka lebih utama dengan bacaan qur’an. (Imam al-Buhuty,. Kasysyafu al-Qina’ (5/7).

Maksudnya, bahwa apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan menaruh daun yang basah d atas kuburan itu adalah sebagai wasilah agar Allah meringankan adzab-Nya terhadap penghuni kuburan itu. Dijadikannya wasilah yang meringankan azab karena memang daun itu bertasbih. Dalam surat al-Isra ayat 44; Allah SWT berfirman:

"Tidaklah segala sesuatu itu kecuali bertasbih kepada  Allah SWT akan  tetapi  kalian  tidak mengerti bagaimana tasbih mereka”.

Kalau tasbih saja bisa meringankan adzab, dan ia adalah bagian kecil dari lafadz-lafadz dzikir kepada Allah, apalah lagi dengan sebaik-baik dzikir; yakni al-Qur’an?

Karenanya wajar sekali jika mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkan untuk membacakan al-Qur’an kepada mayit di kuburan; sebab itu sangat bisa membantunya di dalam kubur.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search