-->

Pembelaan PDIP: Puan Singgung Sumbar dengan Ucapan Basmallah

- September 06, 2020

 


Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani adalah dialektika ideologi. Ia berharap Sumbar jauh lebih baik dalam pengamalan Pancasila.


“Apa yang disampaikan Mbak Puan merupakan bagian dari dialektika ideologis dan disampaikan dengan baik, dengan lafal bismillah," ucap Hasto pada  Ahad (6/9).


Dalam sambutan pada Rabu (2/9) lalu, memang menyelipkan lafal basmallah saat menyebut Sumatera Barat semoga mendukung Pancasila.

Komitmen PDI Perjuangan terhadap Pancasila dan kemajuan Sumbar tidak pernah surut, meski 10 tahun terakhir nampak ada sesuatu yang berbeda. Suara Jokowi buncit di Sumbar.


“Meski Pak Jokowi dan PDI Perjuangan kalah pada Pemilu 2014 dan 2019 (di Sumbar), kami tetap selalu mendorong Pak Jokowi untuk sering ke Sumbar, dan membangun Sumbar tanpa kecuali," tutur Hasto.


"Jadi wajib hukumnya bagi Pak Jokowi dan kader PDIP dukung kemajuan Sumbar, baik ada dukungan maupun tidak,” tambah Hasto.

PDIP perjuangan sangat mengagumi Sumbar. Mulai dari bahasa Melayu yang pada tahun 1928 hanya digunakan oleh sebagian kecil masyarakat nusantara, namun mampu diterima sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, dan diterima oleh semua suku bangsa menjadi bahasa persatuan Indonesia. Hal itu dianggap terjadi karena kepeloporan tokoh nasional Sumatera Barat.


“Bahkan makanan Padang diterima secara luas di seluruh Indonesia. Diterima secara terbuka, dan masyarakat Indonesia menjadikannya sebagai makanan nasional. Kalau bahasa dan makanan sudah Go Nusantara, masak mendapat masukan dan harapan agar modal kultural kepeloporan Sumbar untuk lebih Pancasilais, lalu direspons seperti itu," bebernya.


"Jadi mari kita lihat secara obyektif dan proporsional, dan dijauhkan dari dinamika Pilgub,” tutup Hasto merespons rekomendasi PDIP di Pilgub Sumbar dikembalikan Mulyadi-Ali.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search