-->

Riset 6 Bulan, Ust Adi Temukan "Ramuan" Corona di Hadits: Terbukti Dipakai di Wuhan!

- September 21, 2020


Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan bahwa ada 'obat' coronavirus atau Covid-19 yang bersumber dari Hadits Nabi.

Hal itu dibeberkan dalam satu paparannya di Kampus Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Unhas yang disiarkan langsung secara virtual dan live streaming 10 September 2020 lalu.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu mengatakan obat ini sebagai hasil risetnya selama 6 bulan menangani Covid-19. Baca: Cerita Ilmuwan Muslim yang Akhirnya Dipecat Gara-gara Temukan Virus Corona

Obat ini lebih tepat disebut dengan pendekatan Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Rasulullah.

Cara ini telah dipakai oleh Pemerintah Tiongkok saat Wuhan dilanda pandemi Covid. Hebatnya Tiongkok saat Covid-19 menyerang Wuhan, presidennya mengumpulkan semua tim medis, dokter, ahli herbal untuk menangani pandemi tersebut. 

"Ada sekitar 1000 list yang mereka petakan termasuk dari sisi muamalah dan Masya Allah Tiongkok dapat keluar dari masalah Covid-19. Artinya, mereka melihat peluang dan rahmat Allah yang diisyaratkan Nabi sehingga mereka bisa memanfaatkan peluang tersebut," beber UAH.

Hasil risetnya ini bisa diuji oleh siapa saja yang ingin membuktikan kebenarannya. Meski UAH tidak menyampaikan secara detail jenis herbalnya, dia menyatakan bahwa obat Thibbun Nabawi sangat efektif menangani Covid-19.

Ia mengatakan selain mengonsumsi herbal ini, seseorang harus membangun persepsi yang positif sebagai salah satu cara untuk sembuh dari segala penyakit. 

Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Ada zikirnya diajarkan oleh Al-Qur'an, misalnya doa Nabi Ibrahim, doa Nabi Ayyub 'alaihissalam yang divonis orang tak akan sembuh, ternyata Allah menyembuhkannya lewat doa beliau yang populer. 

"Allahumma annii massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin (Ya Allah Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit (derita) dan Engkau Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang). (QS. Al-Anbiya: Ayat 83)

Ia juga harus bersikap optimistis bahwa sakit itu akan sembuh. Kita lihat bagaimana Al-Qur'an mengajarkan ayat-ayat optimistis seperti Surah Al-Insyirah: 

"Fainna Ma'al 'usri Yusro (karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan). Ada juga ayat di Surah Al-Baqarah: "Laa Yukallifullahu Nafsan illaa Wus'aha (tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya).

"Saya sudah Zoom dengan 9 direktur rumah sakit dan beberapa pakar. Saya tidak katakan ini obat. Saya lebih menyukai namanya pendekatan Thibbun Nabawi. Saya juga sudah meriset gejala Covid-19 ini," jelas UAH. 

Ia membeberkan persepsi bagaimana peluang yang dibaca oleh Tiongkok sehingga menjadikan ini sebagai rahmat. Mereka bisa selamat dari hantaman Covid dan bisa meningkatkan ekonominya.

"Ketika saya riset gejalanya mulai dari imun menurun, pernafasan terganggu dan lain sebagainya, saya cari referensi dari Hadis Nabi dan Masya Allah Alhamdulillah ditemukanlah satu herbal yang mencakup semua gejala tadi. Dan dunia internasional belum mengetahui ini," kata UAH.

Di Indonesia juga belum ditemukan materinya. Ini hanya ada di dua tempat di dunia. Di zaman Nabi ini juga telah dipraktikkan. Gejala serupa juga pernah ditangani Nabi dengan pendekatan bisa diminum, bisa juga dimasukkan ke hidung. Setelah saya cek, ternyata materinya sudah ada di jurnal internasional. Namun, UAH merahasiakan jurnalnya.

"Ini hanya kami dapatkan dari 2 tempat di dunia yaitu Himalaya dan Saudi Arabia bagian timur. Saya sudah pesan langsung dari Himalaya. Ketika saya pesan, ternyata herbalnya harus masuk dulu ke China Wuhan. Alamatnya ternyata tercantum nama Wuhan," kata UAH. Baca: UAH Jelaskan Obat Corona Ada di Dalam Alquran, Ada 3 Surat

Herbal ini, kata dia, bisa dipakai untuk obat diabetes. Penggunaannya hanya boleh dikonsumsi dua pekan. "Saya ingin katakan betapa ini rahmat dari Allah yang harus kita syukuri," ucapnya.

UAH mengatakan jika negara membutuhkan ini, silakan diuji. "Saya tidak akan mengambil manfaat apapun dari ini melainkan karena kecintaan kami kepada Indonesia. Hanya satu saja, sebutkan bahwa referensinya dari Hadis Nabi," kata UAH. Baca: Imam Bukhari Adalah: Dari Nasab Hingga Wafat



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search