-->

CESPELS: Cara Atasi Kekerasan Seksual dengan Konsensual Seks Itu Keliru!

- Oktober 03, 2020


Jakarta (2/10) - Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun menilai salah amat apabila konsensual seks itu dijadikan solusi atas problem kekerasan seksual.


"Seolah-olah yang berkembang misalnya cara untuk mengatasi problem atas kekerasan seksual itu solusinya adalah konsensual seks. Bagi saya itu sangat keliru," kata analis sosial politik itu saat menjadi narasumber diskusi publik yang diadakan oleh Aliansi Cerahkan Negeri dengan tajuk "Ancaman Konsensual Seks" secara daring pada Jumat (2/10/2020).


Menurut dia, hal tersebut memiliki dampak yang merugikan diri pelaku. Meskipun relasi subyek dengan subyek. "Kalau kekerasan seksual yang kita artikan dari beberapa kelompok liberal itu kan subyek dengan obyek. Sehingga obyek tidak berdaya. Konseksual seks yang diartikan oleh liberal adalah subyek dengan subyek. Seolah tidak ada kekerasan dalam subyek dengan subyek itu," kata dia.


Padahal, lanjut dia, tetap memiliki dampak pada sosial budaya di tengah masyarakat apalagi bangsa Indonesia yang cukup dekat dengan yang disebut dengan masyarakat yang relijius dan berbudaya.


"Tentu saja ini keluar dari tujuan pendidikan. Sebab di antara tujuan pendidikan adalah membentuk akhlak yang mulia dari peserta didik. Jadi kalau secara politik bisa melahirkan undang-undang sisdiknas, di situ pendidikan berlaku baik pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Tujuan pendidikan yaitu akhlak mulia dan itu terlihat dari moralitas agama. Dan agama melarang konsensual seks. Itu logis demokrasinya," tegas Ubed.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search