-->

GP Ansor Sebut MUI Sering Jadi Kompor

- Oktober 05, 2020


Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas mengatakan, sebagai lembaga yang fokus urusan keagamaan seharusnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak menjadi lembaga pengadu domba umat. 

Hal tersebut terkait Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, berinisial SM, yang dilaporkan ke polisi oleh Gerakan Pemuda Ansor setempat karena penyandingan foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan bintang porno Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono.

"Ini ketua MUI di tingkat kecamatan. Ini kritik saya kepada MUI, bahwa MUI harus berbenah. Masa ulama memberikan ujaran kebencian. Masa ulama mengadu domba," kata Yaqut di Malang, Senin, 5 Oktober 2020.

Dengan kasus terbaru penghinaan kepada Ma'ruf Amin, katanya, seharusnya MUI introspeksi. Apalagi Ma'ruf juga mantan ketua umum MUI.

"Kalau memang MUI tidak mampu mengertikan anggotanya, melakukan mekanisme organisasi secara ketat, ganti saja akronim U-nya dengan yang lain. Jangan ulama, dong. Akhir-akhir ini kami lihat MUI lebih banyak terlibat dalam dinamika politik daripada dinamika keumatan, lebih sering menjadi kompor daripada mendinginkan hubungan antarumat beragama," ujarnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search