-->

Indikator: 55% Masyarakat Sulit Cari Makan

- Oktober 19, 2020


Lembaga survei Indikator mengeluarkan sebuah rilis survei nasional terbaru terkait mitigasi dampak Covid-19 terhadap kesehatan dan ekonomi domestik.

Survei ini dilaksanakan pada 24-30 September 2020 dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak secara nasional dan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Dalam riset tersebut dipaparkan, pendapatan rumah tangga mengalami penurunan sampai dengan 86,1% pada periode Mei lalu, kemudian berangsur turun menjadi 75,7% pada Juli dan turun 66,6% pada September 2020.

Dari penurunan pendapatan tersebut, kesulitan terberat yang dialami rumah tangga, 55% di antaranya untuk makan sehari-hari. 12,3% untuk biaya sekolah, 11,5% untuk kuota internet untuk sekolah daring, 2,9% cicilan rumah.

Lainnya adalah kehilangan pekerjaan sebesar 10,5%. Kebutuhan makan sehari-hari yang dirasa paling berat dialami akibat penurunan pendapatan rumah tangga.

"Efek Covid ini yang paling terpukul adalah kelas menengah bawah. Mereka masyarakat yang paling vulnerable dalam situasi Covid-19," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, secara daring, Ahad (18/10/2020).

"Jangankan untuk internet, untuk makan saja susah," imbuhnya lagi.

Sejak wabah virus corona melanda, sebagian besar berpengaruh terhadap pekerjaan.

Per September misalnya, jumlah yang di-PHK turun 14,8% dari posisi Mei 16,9%.

Dirumahkan sementara sebanyak 12,9% juga turun dari posisi Mei 24,4%. Sedangkan yang aktif bekerja seperti biasa mulai meningkat menjadi 31,8% dari sebelumnya 24,7%.

Mayoritas publik juga menghendaki kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dihentikan agar ekonomi segera berjalan.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search