-->

Ingat: Sebelum Sumpah Pemuda, Sudah Ada Jamiatul Khair

- Oktober 28, 2020


Sebelum Sumpah Pemuda (1928) ada, sebelumnya telah ada Jamiatul Khair (1903) yg telah mendeklarasikan untuk tidak tunduk kepada penjajah Belanda.


Jamiatul Khair berdiri tahun 1901 di Jakarta. Organisasi ini menjadi perwakilan Islam yg dipimpin oleh Turki Utsmaniyah saat itu. 


Kita masih ingat dalam sebuah pidato dari Sri Sultan HB X yg mengatakan bahwa; pada tahun 1903 diadakan Kongres Jamiatul Khair di Jakarta.


Kongres tersebut menghasilkan fatwa: HARAM HUKUMNYA MUSLIM TUNDUK PADA PENGUASA BELANDA.


Inilah kongres pergerakan kemerdekaan pertama. 


Fatwa Jamiatul Khair ini selaras dengan perjuangan Syarikat Islam yg dipimpin oleh Hadji Oemar Said Tjokroaminoto.


Saat itu Syarikat Islam ditentang oleh organisasi Sekuler Kejawen bernama Boedi Oetomo yg gemar memusuhi Islam.


Hingga suatu hari Rasulullah dihina oleh mereka.


Kenapa Muncul Tentara Kanjeng Nabi Muhammad? 


Berawal dari penghinaan Boedi Oetomo terhadap Rasulullah Muhammad SAW..


Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) yg dibentuk oleh HOS Tjokroaminoto saat itu berhasil mengumpulkan 35.000 massa. Demo yg sangat besar pada masa itu, dan membuat Belanda kewalahan.


Dana yg terkumpul dari Ummat Islam untuk aksi membela Rasulullah SAW sebanyak 3000 Gulden. 


Kembali ke Jamiatul Khair.


Tahun 1901 saat Jamiatul Khair dibentuk, organisasi ini hanyalah bersifat kemasyarakatan seperti FPI saat ini.


Kegiatan mereka adalah membantu fakir miskin, dakwah Islam, mengembangkan ekonomi ummat, dan menolong umat Muslim yg terkena musibah.


Jamiatul Khair didirikan oleh para Habaib dan beranggotakan orang2 keturunan Arab.


Namun pada tahun 1903 setelah adanya Kongres Jamiatul Khair yg dihadiri oleh utusan dari Turki Utsmaniyah, organisasi ini kemudian mulai merekrut pahlawan pergerakan nasional dari kalangan Muslim.


Pada tokoh pergerakan nasional yg direkrut oleh Jamiatul Khair menjadi pengurus organisasi diantaranya adalah; Prof. Hussein Jayadiningrat (SI), HOS Tjokroaminoto (SI), KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah).


Fatwa Jamiatul Khair menjadi salah satu cikal bakal perjuangan kemerdekaan.




- @DukeOfCondet


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search