-->

Mahfud MD Sebut DKI Tidak Ada Pilkada, tapi Penularan Corona Juara 1

- Oktober 02, 2020

 


Menkopolhukam Mahfud MD meyakini Pilkada Serentak 2020 tidak memicu kasus corona secara signifikan.

Ia mengatakan Provinsi Jakarta yang tidak menggelar Pilkada justru penularan kasusnya selalu tertinggi.

"Di DKI dan Aceh tidak ada pilkada, justru angka infeksi tinggi, di Aceh naik. Di DKI selalu jadi juara I tertinggi penularannya," ucap Mahfud.

Hal itu dikatakan usai Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kemendagri, Jumat (2/10).


Berdasarkan data perkembangan zona COVID-19, di daerah-daerah yang menggelar pilkada yaitu 309 daerah, justru Artinya apa? Terpenting adalah komitmen protokol kesehatan oleh seluruh elemen masyarakat pemerintah dan lembaga sosial kemasyarakatan. Sehingga protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat," imbuh eks Ketua MK itu.

Mahfud mengurai, pada sepekan masa kampanye yang dimulai 26 September, memang ada pelanggaran protokol corona, namun tidak signifikan sama sekali.


"Misalnya seharusnya yang hadir pertemuan itu 50 ternyata 53 orang, atau ada yang 50 tapi jaga jaraknya di bagian tertentu tidak tertib, ada yang lupa pakai masker, sebagian pakai," terangnya.


Karena itu, Mahfud menyebut tidak dibutuhkan Perppu untuk memberi sanksi lebih tegas pada pelanggar protokol corona, apalagi untuk menunda Pilkada.


Meski begitu, Mahfud mengucapkan terima kasih atas masukan ormas seperti Muhammadiyah dan NU yang meminta Pilkada ditunda karena alasan kesehatan diutamakan.


"Tapi teknisnya pilkada kita laksanakan, protokol kesehatan kita perketat. Kami anggap usul-usul dari ormas, LSM, dan perorang itu adalah usul yang timbul dari niat yang tulus. Kami hargai untuk ikut berperang melawan COVID demi keselamatan masyarakat dan kami ambil intinya," tutupnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search