-->

Sosok Ini Paparkan Cara Kerja Aparat Provokasi Massa Hingga Ada Kerusuhan

- Oktober 15, 2020


Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin menyebut keterlibatan pelajar dalam aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Selasa (13/10) kemarin berakhir menjadi kerusuhan adalah hal yang biasa.

Diketahui atas kerusuhan tersebut, polisi menangkap ribuan orang yang melakukan perusakan dan menyerang aparat yang menjaga aksi demo tersebut.

Mabes Polri menyebut, 806 orang di antaranya masih berstatus pelajar karena ikut demo bertajuk Aksi 1310 itu.

Sebab, ia menyebut, pelajar STM memang memiliki semangata yang sangat luar biasa.

“Namanya juga pelajar STM memang luar biasa semangat juang mereka, karena saya juga alumnus STM Negeri 1 Boedi Oetomo, jadi tahulah bagaimana semangatnya adik-adik kita itu,” ujar Novel, Rabu (14/10/2020).

Ia mengatakan, sejatinya anak-anak STM itu bisa damai. Akan tetapi, jika diganggu, mereka tentu tidak akan tinggal diam.

Terkait demo 1310 yang berakhir jadi kerusuhan, Novel menyebut hal itu diduga karena ada pihak yang melakukan provokasi.

Ia menyebut bahwa provokasi itu dilakukan oleh aparat sendiri.

“Diduga dari oknum aparat juga. Baik yang menyamar sebagai pelajar atau mahasiswa, atau warga sipil di tengah massa. Lalu membuat provokasinya,” ujarnya dilansir JPNN.

Selain itu, pihaknya menduga ada oknum warga sipil yang memang dikondisikan oleh aparat untuk memancing emosi para pelajar dan peserta aksi.

“Hingga akhirnya petugas menembakan gas air mata untuk mengurai massa,” katanya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search