-->

Mahfud MD Dinilai Menyebar Hoaks Terkait HR*

- November 09, 2020




Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyayangkan pernyataan Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebut Habib Rizieq Shihab (HRS) beberapa waktu lalu sempat dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi lantaran terjerat kasus dugaan pengumpulan dana ilegal dan kegiatan-kegiatan politik di Arab Saudi secara ilegal.

Seorang pejabat publik, kata dia, seharusnya tak menyebar berita tidak benar alias hoaks. Pasalnya tuduhan tidak benar itu bisa menyebabkan kegaduhan antar umat.

“Saya prihatin pejabat publik justru menebar hoaks kemana-mana. Hoaks semua pernyataan mahfud itu,” kata Munarman pada Sabtu (7/11/2020).

Ia menyarankan agar Mahfud MD segera menyudahi perbuatan zolim yang dialamatkan kepada HRS.

“Saya nasehatkan Mahfud, agar jangan berperilaku zhalim dengan menebar hoaks. Jabatan anda itu amanah, jangan digunakan untuk berbuat kezhaliman, karena anda akan diminta pertanggung jawaban di yaumil akhir,” ujar Munarman seperti dilansir Pojoksatu.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuding HRS sempat dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi lantaran terjerat kasus pidana.

Mahfud menyebut pencekalan terhadap HRS hingga tertahan selama kurang lebih tiga tahun di Arab Saudi memang bukan dilakukan pemerintah Indonesia. Sepenuhnya hal itu merupakan urusan HRS dengan Pemerintah Arab.

Setelah bergulir cukup lama pihak HRS kemudian mengurus perkara tersebut. Setelah itu Pemerintah Arab mencabut status pidana terhadap Rizieq ini lantaran tak cukup bukti yang menguatkan.

“Nah, dia ada yang laporkan, dicatat, diberi garis merah dia lakukan penghimpunan uang ilegal untuk kegiatan politik,” kata Mahfud.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search