-->

Pahit Manis Dakwah di Rusia: Tayangan Islam Dibolehkan, Pewakaf Dipenjara

- November 10, 2020


Umat Islam di Rusia terus bertambah dari tahun ke tahun. Mayoritas mereka adalah kaum perempuan. Angka resmi menyatakan jumlahnya mencapai 10 juta dari warga Rusia adalah Muslim dari total 140 juta. Di tahun 1990-an dinyatakan bahwa umat Islam di Rusia berjumlah 20 juta.

Hal tersebut ditegaskan Imam Negeri Ingushetia,  Rusia Syekh Ahmad Tangiev saat menjadi narasumber dalam International Talk Show bertajuk "Cahaya Islam dari Negeri Salju" yang diadakan oleh Sekolah Islam Sinar Cendekia. Acara tersebut adalah rangkaian dari acara memperingati 10 Tahun SMA Islam Sinar Cendekia pada Selasa (10/11/2020).

"Jadi tidak ada data resmi. Menurut kami jumlah sebenarnya berada di angka 30 juta lebih. Jumlah warga terus bertambah, tapi angkanya berkurang, sampai 30 tahun angka tetap 140 juta  penduduk," ujar Tangiev.

Dakwah Islam di beberapa daerah di Rusia, kata dia, mudah sekali berkembang. Misalnya di Selatan, di Ingutsia, Dagastan dan Checnya. "Jadi dakwah mudah di sana. Kami ada  acara keislaman di TV, berdakwah secara resmi jadi tidak ada masalah dengan Islam," kata dia.

Namun demikian, lanjut Tangiev, di utara kondisinya lebih sulit. Dari segi makanan halal tidak ada toko yang menghidangkan makanan halal.

Di Klingrad misalnya, ada orang Rusia masuk Islam dia wakafkan tanah dan bangun untuk bangun masjid tapi pemerintah datang menghancurkan masjid dan pemberi wakaf tanah dan bangunannya ditangkap dan dipenjara. 

"Di Moscow juga begitu, ada 4 masjid di kota ini tidak diizinkan sampai sekarang. Kemudian, ada banyaknya faksi-faksi dan kelompok-kelompk, misalnya Hizbutahrir, Jihadi, yang mengajak untuk menjatuhkan pemerintahan sehingga gerakan semacam ini jadi masalah dengan pemerintah, dan itu yang terjadi di Checnya," ungkapnya.


Tapi setiap kali ada penekanan terhadap umat Islam ini jadi sebab semakin tersebarnya Islam. Misalnya di Checnya orang-rang Nasrani selalu mengaitkan Islam dengan terorisme , tapi orang Nasrani tidak memahami agama Islam, mereka memiliki pemahaman yang campur aduk, tidak bisa membedakan antara Islam dan terorirsme. 


"Sedikit dai-dai atau pendakwah yang mengajak Islam kepada pehaman wasth/mutawasith/pertengahan. Kebanyakan mutfti sebagian besar ucapannya apa yang dimaukan pemerintah, itu di satu sisi. Di sisi lain ada yang garis keras, segala sesuatu haram, negara kafir. Pemahaman seperti ini jadi masalah dan jadi penghalang dalam dakwah," kata dia.


Karakteristik bangsa rusia secara dzatnya tidak susah untuk didakwahi. Saat mereka melihat akhlak yang baik mereka tertarik. Banyak sekali yang masuk Islam karena melihat akhlak yang baik. 


"Rusia alahmadulillah terus bertambah jumlahnya (Islam), bukan karena tersebarnya umat Islam/negara-negara Islam.  Sebab bertambahnya umat Islam di Rusia, mereka menikah dengan umat Islam, ini juga jadi sebab tersebarnya Islam," cetus pria berjengggot ini.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search