-->

Pemerintah Ingatkan Kembali untuk Hindari Kerumunan Massa

- November 17, 2020


Sejak kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, mendadak pemerintah dan jajarannya peduli kembali dengan pandemi Covid-19.

Hal tersebut terlihat dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang menegaskan agar menghindari kerumunan dan melakukan pembubaran massa.

"Keselamatan rakyat di tengah pandemi merupakan hukum tertinggi. Karena itu, penegakan disiplin protokol kesehatan harus tegas, termasuk pembubaran kerumunan.

Saya memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas untuk menindak tegas pelanggar pembatasan yang ditetapkan," kata Jokowi pada Senin (16/11/2020). 

Seperti diketahui, kedatangan Habib Rizieq disambut oleh ribuan jamaah di Bandara Soekarno Hatta, belum lagi beberapa kalangan yang datang silaturahim dan menyelanggarakan maulid Nabi. Kerumunan tersebutlah yang membuat pemerintah geram.

Padahal diketahui sebelumnya, banyak kerumunan yang tercipta tanpa ada ketegasan pemerintah.

"Yg ini kenapa tdk ikut digoreng ? Bukan berarti membenarkan kerumunan serba putih bersorban lo ya. Saya setuju mereka salah. Saya yg berusaha taat protokol merasa dihianati. Terus ini ?" kata warganet bernama Samsiati Tahir Ishak seraya mengunggah foto Gibran, putra Jokowi yang sedang kampanye dan diikuti banyak orang.

Warganet juga mengunggah video parade merah putih yang diadakan oleh Banser GP Ansor.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search