-->

Anies Berupaya Cegah Banjir, Eh Ada Sosok Misterius Potong Kabel Listrik Rumah Pompa

- Januari 21, 2021


Ada saja niat jahat berupa sabotase yang dilakukan oleh orang tak dikenal saat ada upaya pencegahan banjir Ibu Kota yang terus dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Ditemukan terdapat sejumlah kasus adaqnya pemotongan kabel listrik pada sejumlah rumah pompa yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat.

Satu di antaranya adalah pemotongan kabel listrik pada Rumah Pompa Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Aksi pemotongan kebel listrik yang terhubung dengan sejumlah mesin pompa itu dibenarkan Kepala Suku Dinas Binamarga Jakarta Pusat, Rakim Sastranegara.

"Iya sempat ada percobaan pencurian kabel tapi belum terjadi hanya putus saja kabelnya," kata Rakim, Rabu (20/1/2021).

Dikatakan Rakim, keberadaan Rumah Pompa yang berlokasi persis di sebelah Underpass Dukuh Atas itu sangat penting.

Mengingat pompa air berukuran besar di lokasi berfungsi untuk mencegah banjir seperti yang terjadi pada tahun 2017 silam.

Apalagi, kini Pemprov DKI tengah menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi jatuh pada bulan Februari 2021 mendatang.

Hal tersebut mendapat respons dari perencana perkotaan yang aktif di organisasi Rujak Center for Urban Studies, Marco Kusuma Wijaya.

"Ah, ini gila! Perusakan fasilitas umum yg vital adalah pembunuhan terencana! Harus hukum berat pelakinya!" kata dia pada Kamis (21/1/2021)

"Kejadian pertama pelaku tertangkap oleh petugas rumah pompa," katanya.

Sedangkan aksi kedua pelaku memang tidak tertangkap, hanya saja kabel sempat dipotong oleh pelaku, namun kabel itu tidak berhasil dibawa kabur.

"Kejadian kedua itu pelaku tidak tertangkap tapi sempat memotong kabel listrik. Pelaku melakukan pemotongan kabel listrik dari meteran KWH ke mesin pompa air," ujarnya.

Rakim tengah melakukan pengajuan pemasangan CCTV di empat rumah pompa underpass di Jakarta Pusat. Diantaranya, Underpass Dukuh Atas, Senen, Angkasa dan Matraman.

Hal tersebut mendapat respons dari perencana perkotaan yang aktif di organisasi Rujak Center for Urban Studies, Marco Kusuma Wijaya.

"Ah, ini gila! Perusakan fasilitas umum yg vital adalah pembunuhan terencana! Harus hukum berat pelakinya!" kata dia pada Kamis (21/1/2021)

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search