-->

Cerita Mualaf dr. Tirta: Membuka Keranda Hijau dan Pemberi Amplop Misterius

- Januari 05, 2021


Aktivis yang juga seorang tenaga medis Dokter Tirta blak-blakan soal mengapa akhirnya dia menjadi mualaf mengikuti keyakinan yang dianut sang ayah setelah 22 tahun. 

Pemilik nama lengkap dr. Tirta Mandira Hudhi, itu mengakui ditemui Malaikat sebelum dia akhirnya memutuskan menjadi mualaf. 

“Dulu elo kan Katolik ya, terus kok bisa (mualaf). Gimana awalnya, Itukan bagian dari perjalanan hidup elo. Itu sekitar umur 22 tahun?” tanya Denny Sumargo dalam chanel YouTube Denny Sumargo baru-baru ini.

“Gw tuh di zaman kecil, karena gue sendiri, sering mampir ke TPA, Kamis. Minggu mampir ke sekolah minggu. Jadi gue berpikir kalau gue ke dua tempat ibadah akan dapat voucher ke surga tambah banyak,” ujar Tirta. 

“Di usia 22, gue memutuskan muslim. Dan ada beberapa hidayah di mimpi gue. Gue di mualafkan di Masjid Gemawang oleh Kyai Zumroni di Monjali,” ungkapnya. 

“Hidayah apa yang elo dapat di mimpi elo,” tanya Denny.

“Gue mimpi tidur jam 4 sore, cape banget lihat tubuh gw sendiri, diangkat ke atas  dan ada bangunan gede hitam dijaga dua malaikat.gue mau masuk pintu itu gak diizinin. Sama malaikat itu disuruh jalan ke rumah kecil warna hijau. Dan ternyata itu adalah rumah Kyai Zumroni yang mualafin,” tutur dokter Tirta. 

Di sana ia mengaku melihat sembilan kyai dan ada satu keranda warna hijau di tengah-tengahnya.

“Gue disuruh buka keranda dan ada orang di sana dan kerandanya bangkit, ada wajahnya bersinar banget gak keliatan wajahnya. gue kemudian hanya dikasih amplop sama dia dimasukin ke saku. Gue tanya, ini amplop apaan. Dia cuma jawab, suatu saat elo akan tahu yang akan harus elo lakuin.”

Setelah kejadian itu, dokter Tirta mengaku selama empat hari berturut-turut mendengar azan di telinganya non-stop. 

“Same gue gak bisa tidur karena denger adzan itu. Gue berpikir, apakah gue terkait Islam, dan mualaf. Gue akhirnya baca-baca buku tentang Islam, dan di sana gue temui bahwa Islam  mengajarkan sebuah nilai keikhlasan. Sementara gue sendiri mengakui gak bisa ikhlas. Dan akhirnya gue menjadi mualaf dan menikah dengan perempuan  muslim,” cerita dokter Tirta.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search