-->

Tim Pengacara Polisi Pertanyakan Soal Perasaan Hingga Cara Dapat Pahala Maulid

- Januari 07, 2021


Pengacara Polda Metro Jaya mempertanyakan bagaimana cara mendapatkan pahala dalam gelaran acara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan, Jakarta Pusat tahun 2020 lalu. 

Pertanyaan itu sebagai salah satu cara dari kepolisian menggali keterangan dari saksi fakta ajuan tim pengacara Habib Rizieq Shihab ketika persidangan ke-4 praperadilan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/1) terkait perkara peristiwa kerumunan massal yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu  sebagai tersangka. 

Diketahui saksi fakta yang dihadirkan ke depan hakim tunggal Ahmad Sayuthi, yakni Abdul Qadir, warga, dan mantan Ketua RT-1/RW-1 Petamburan. Ketika penggalian keterangan, ragam pertanyaan sengit diajukan secara bergantian oleh empat pengacara kepolisian.

Pertanyaan dimulai dari apa motivasi kehadiran Qadir menghadiri acara Maulid Nabi di masa pandemi Covid-19. Sampai dengan pertanyaan langsung mengenai situasi, dan pengamanan, serta penerapan protokol kesehatan saat kerumunan terjadi pada gelaran keagamaan, Sabtu (14/11/2020) itu.

Pengacara kepolisian juga menanyakan terkait hubungan antara Qadir dan Habib Rizieq. Termasuk pertanyaan, seputar perasaan Qadir dengan Habib Rizieq.

“Bagaimana hubungan saksi (Qadir), dengan Habib Rizieq?,” tanya pihak kepolisian.

Qadir menerangkan, dirinya sejak lahir tinggal, dan menjadi warga Petamburan. Qadir mengenal Habib Rizieq sejak lama, dan mengganggap pendiri FPI itu, sebagai tokoh warga. “Saya tetangga,” jawab Qadir.

Pihak kepolisian, pun melanjutkan beberapa pertanyaannya. “Apakah saudara saksi mengidolakan (Habib Rizieq)?.” Qadir menjawab, sebagai tokoh keagamaan, Habib Rizieq sosok yang pantas dikagumi. “Oh iya,” jawab saksi Qadir.

Hakim Sayuthi, memotong pertanyaan kepolisian, dan jawaban dari saksi fakta. Karena menurut hakim, pertanyaan, dan jawaban tersebut, tak pantas untuk menjadi fakta hukum.

“Jadi, soal perasaan itu, nggak ada ukurannya. Yang mau kita ambil di sini (sidang praperadilan), adalah faktanya, yang mau kita ketahui,” tegas hakim mengingatkan.

Pihak kepolisian, juga menanyakan soal apa motivasi Qadir hadir dalam gelaran Maulid Nabi yang membuat orang-orang berbondong-bondong datang. Kata Qadir menjelaskan, ia mengikuti gelaran maulid tersebut, karena memang sudah menjadi kebiasaan di wilayah Petamburan.

Sebagai seorang muslim, gelaran maulid tersebut, wajar untuk diikuti. “Ya setiap ada Maulid Nabi Muhammad (di Petamburan), ya saya selalu hadir. Saya selalu ikuti,” kata Qadir.

Kepolisian, pun menanyakan Qodir dengan pertanyaan motivasi mengikuti gelaran tersebut. “Untuk apa (mengikuti maulid)?,” tanya polisi. Qadir cepat menjawab pertanyaan tersebut, dengan menyampaikan dirinya sebagai muslim. “Untuk mendapatkan pahala,” saut Qadir.

Dalam gelaran maulid tersebut, kata dia, ia mendapatkan penyegaran soal pemahaman-pemahaman keagamaan dari para penceramah, dan pendakwah. Pengacara kepolisian lantas mengejar jawaban tersebut, dengan menimpali pertanyaan lanjutan. 

“Bagaimana cara pahala dapat?,” tanya kuasa polisi. Qadir diam tak menjawab pertanyaan tersebut.

Karena itu, dari pihak tim advokasi langsung menginterupsi keras pertanyaan pihak kepolisian tersebut. “Keberatan Yang Mulia. Itu sudah masuk ke ranah agama. Tidak pantas dipertanyakan. Tidak ada kaitan dengan perkara,” tegas pengacara Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah.

Hakim Sayuthi yang memahami keberatan tersebut, pun meminta agar pihak kepolisian, mengganti pertanyaan. “Ganti pertanyaan. Jangan. Kita mencari fakta,” tegas hakim kembali mengingatkan.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search