-->

Sri Mulyani Tak Ingin Wakaf Hanya untuk Masjid dan Pemakaman

- Januari 25, 2021


Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah, Senin, 25 Januari 2021 resmi diluncurkan oleh pemerintah. Gerakan itu diluncurkan sebagai upaya mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan syariah demi kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa hal itu disebabkan Maqashid Syariah yang telah dirumuskan ulama sejalan dengan program-program kesejahteraan sosial dan kebijakan ekonomi pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini.

"Prinsip Maqashid Syariah juga sejalan dengan tata kelola kesejahteraan dunia yang dituangkan dalam SDGs," kata Sri.

Sejalan dengan perkembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah, terutama dari sisi dana sosial syariah yang mencakup zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf sangat strategis untuk dikembangkan.

"Sektor dana sosial syariah memiliki potensi besar untuk dukung mengatasi masalah-masalah pembangunan serta kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan," tuturnya.

Dia menilai, saat ini khusus untuk wakaf umumnya masih berupa objek tidak bergerak, seperti properti atau tanah dan bangunan untuk kepentingan-kepentingan yang terbatas. Misalnya, masjid, madrasah, dan pemakaman.

"Namun, umumnya masih berupa wakaf properti berupa tanah dan bangunan untuk berbagai kepentingan umat seperti masjid, madrasah, pesantren dan tempat pemakaman," tuturnya.

Dalam beberapa tahun terakhir para pemangku kepentingan wakaf telah berusaha mengembangkan instrumen itu dalam bentuk wakaf uang untuk dikelola produktif, amanah, akuntabel, dan profesional sebagai jaring pengaman sosial.

"Sebagai contoh pada tahun lalu Badan Wakaf Indonesia dan para nazir wakaf uang memobilisasi wakaf uang dan investasikan kepada cash wakaf link sukuk," tegas Sri.

Wakaf uang itu, dikatakannya saat ini telah terkumpul dalam bentuk cash wakaf link sukuk lebih dari Rp54 miliar. Hingga 20 Desember 2020 total wakaf tunai yang sudah terkumpul dan dititipkan di bank Rp328 miliar, sedangkan project base wakaf mencapai Rp597 miliar.

"Upaya ini sejalan dengan upaya kami meningkatkan instrumen pembiayaan yang berbasis syariah yang makin meningkat dan diminati masyarakat," ucap Sri.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search