-->

Fadjroel Sebut Pemerintah Tidak Punya Buzzer, Adanya Influencer yang Nggak Dibayar

- Februari 12, 2021

 


Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman membantah tudingan sejumlah pihak bahwa pemerintah memiliki buzzer.

menanggapi tudingan bahwa pemerintah menggunakan uang rakyat untuk membiayai para buzzer yang bergerak di media sosial.


“Pemerintah tidak punya buzzer,” tegas Fadjroel kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Yang digunakan pemerintah adalah influencer untuk penanganan Covid-19 dan juga vaksinasi di tanah air.

Para influencer tersebut, kata dia, juga tidak digaji oleh pemerintah.


“Influncer terkait Covid-19 dan vaksinasi. Itu cuma-cuma dan gratis sebagai bentuk gotong royong melawan pandemi Covid-19,” ungkapnya.


Para influencer itu menurut dia digunakan pemerintah menarik wisatawan dan memperkenalkan Indonesia kepada banyak orang.


Influncer tersebut di bawah Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).


“Kalau influencer yang digunakan Kemenparekraf itu resmi dan legal untuk branding dan awareness,” jelasnya.

Keluhan sejumlah pihak yang mengaku diserang buzzer, Fadjroel mengaku juga mengalaminya.


Para buzzer yang kontra kepadanya itu juga menyerang dirinya selama 24 jam penuh.


Hal itu menurut dia sama sekali tak merisaukannya dan membuatnya khawatir.


Untuk mengatasi serang itu, dirinya cukup dengan melakukan pemblokiran kepada para buzzer itu saja.


“Mendsos saya juga 24 jam diserang buzzer, jadi pakai fitur blok saja ya beres,” tandasnya.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search