-->

Faktanya: Mushola yang Digugat Grand Wisata Memenuhi Syarat, Lahan Milik Warga

- Februari 25, 2021


Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memastikan mushola Al-Muhajirin yang didirikan warga Water Garden telah memenuhi syarat. Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 8 dan 9 tahun 2016.

“Persyaratan ini untuk semua tempat ibadah, bukan cuma untuk musala atau masjid saja tapi berlaku untuk semua agama. Untuk warga klaster Water Garden itu, persyaratannya sudah sesuai. Sudah ada persetujuan juga dari warga sekitarnya, bahkan dari yang non muslim juga,” ucap Ketua FKUB Kabupaten Bekasi, Athoilah Mursyid.

Dalam SKB tersebut diatur bahwa pendirian rumah ibadah perlu ada rekomendasi dari FKUB.

Persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi itu, selain surat permohonan juga harus melampirkan tanda tangan dan KTP calon pengguna tempat ibadah atau jemaah.

Perlu juga dilampirkan persetujuan/tidak keberatan dari warga sekitar atas pendirian rumah ibadah di lokasi tersebut. 

“Harus ada minimal 60 warga sekitar yang menyetujui, boleh satu agama atau warga yang beda agama. Pada klaster ini ada persetujuan juga dari warga nonmuslim,” ucap dia.

Anggota Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi itu mengatakan, terkait gugatan PT Putra Alvita Pratama (PAP) kepada warga lantaran membangun musala seharusnya tidak terjadi. 

Lahan yang digunakan untuk mendirikan mushola sudah merupakan milik warga.

"Seharusnya pengembang tidak ada kewenangan. Masalahnya ini kan tanah warga. Paling tidak jangan sampai ada yang keberatan terkait masalah pendirian rumah ibadah," ucap dia.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search