-->

Ganjar Sebut Banjir Semarang Masalah Administratif

- Februari 08, 2021

 


Beberapa pompa penyedot banjir di Semarang, Jawa Tengah ditemukan tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan problem semacam ini mestinya harus segera diselesaikan mengingat kondisi darurat penanganan banjir.

Masalah itu terungkap di tengah inspeksi mendadak Ganjar ke Rumah Pompa Mberok di Kota Semarang. Kader PDIP itu mendapati penyedotan air banjir tidak optimal lantaran petugas hanya mengoperasikan satu dari tiga pompa yang terpasang di rumah pompa kawasan Kota Lama tersebut.

Mestinya, kata dia, tidak boleh ada masalah administratif yang menghambat penanganan banjir, apalagi dalam kondisi darurat seperti saat ini.


Ia kemudian menginstruksikan petugas untuk memfungsikan seluruh pompa. Dia mengajak petugas masuk ke rumah pompa untuk menyalakan semua mesin pompa, tapi gagal lantaran dikunci.


"Tapi saya minta hari ini dihidupkan. Saya minta nomor teleponnya, nanti saya cek harus sudah hidup," kata Ganjar.


Penanganan kondisi darurat membutuhkan kecepatan. Sehingga masalah-masalah yang menghambat penanganan banjir seperti kendala administratif pengoperasian mesin pompa harus cepat ditangani.


Apalagi, lanjut dia, pompa di Rumah Pompa Mberok menjadi tumpuan penanganan banjir di Kawasan Kota Lama.


"Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ, maka tidak boleh hanya karena administrasi itu menghambat. Saya minta tiga-tiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot," tutur Ganjar lagi.


Advertisement

1 komentar:

avatar

Wkkk , genangan ? Air bah begitu disebut genangan . Mikiiir


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search