-->

Sebelum Meninggal, Prie GS Membuat Catatan Khusus untuk PKS

- Februari 12, 2021


Innalillahi wa innailaihi rajiun. Budayawan dan penulis buku Prie GS meninggal dunia. Budayawan yang tinggal di Semarang itu sempat menulis untuk Partai Keadilan Sejahtera.

"Sugeng tindak, Mas @Prie_GS ... pinanggihan malih mangke .. #utangRasa," kata budayawan Sudjiwo Tedjo pada Jumat (12/2/2021)

___________


PKS dan Dahaga Moral Publik


Catatan Prie GS


Pada awalnya ini bukan pandangan politik melainkan sebuah human intetest saja: saya memiliki banyak teman dekat, teman-teman yang yang saya hormati, lalu lahirlah PKS, lalu teman-teman itu masuk ke dalamnya, lalu pandangan saya atas teman-teman itulah yang kemudian menjadi pandangan saya pada PKS. Bisa jadi pandangan itu adalah harapan.  Bisa pula ia kenyataan, atau setidaknya pernah menjadi kenyatan. Kata "pernah" ini sebenarnya tak ingin saya tuliskan karena seolah-olah PKS hanya pernah, tapi kini tidak lagi. Tidak.


Sebagai bagian dari publik, pandangan saya pada PKS belum berubah. Walau Partai ini  terikat.

pada hukum pembagian waktu: past dan present, tapi pasti masih ada future. Di sanalah sebenarnya soal utamanya. Nilai akhir itu terletak tidak pada kemarin dan hari ini, tetapi di sana, pada akhirnya. Itulah kenapa ujian kelulusan jamak di sebut  "ujian akhir'.


Lalu apa raport ujian akhir yang layak ditunggu dari PKS? Masih seperti sedia kala, masih seperti pandangan saya atas teman-teman saya itu: pribadi yang mengesankan karena etik dan moralnya. Moral politik itulah kebutuhan besar bangsa ini. Karenanya entah ini harapan, entah ini doa, entah ini ekspektasi: ingat PKS ingat moral, itulah jargon saya sebagai bagian dari publik, setidaknya di dalam hati.


Prie GS, penulis. Tinggal di Semarang.


06 Februari 2021

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search