-->

Soal Abu Janda, Ust Tengku Zulkarnain Mau Diperiksa Polisi

- Februari 03, 2021


Pada Rabu (3/2/2021) Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ustaz Tengku Zulkarnain sebagai saksi.

Ustaz Tengku Zul dikabarkan belum bisa memenuhi panggilan penyidik sehingga pemeriksaan terhadap dirinya akan dijadwalkan ulang.

“Benar (diperiksa hari ini), tapi yang bersangkutan memberi kabar ke penyidik tidak bisa hadir,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono pada Rabu, 3 Februari 2021.

Ustaz Tengku Zul memberitahu kepada penyidik alasan belum bisa memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus yang melibatkan terlapornya Permadi Arya alias Abu Janda. Sehingga, Tengku Zul akan dipanggil ulang.

“Alasannya karena masih di Medan, maka akan dijadwal ulang,” ujarnya.

Tengku Zulkarnain akan diperiksa terkait cuitannya di akun media sosial Twitter @ustadztengkuzul. Cuitan itu membuat pegiat media sosial (medsos) Abu Janda terpancing untuk melontarkan kalimat yang diduga menghina umat Islam.

Ustaz Tengku Zulkarnain mulanya membahas soal kondisi minoritas dan mayoritas di Afrika Selatan di masa politik Apartheid. "Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit @ustadztengkuzul.

Cuitan Tengku Zul membuat Abu Janda terpancing untuk merespons. Akhirnya Abu Janda mengomentari cuitan tersebut dengan sebutan Islam sebagai agama pendatang. "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," kata Abu Janda lewat akun Twitter @permadiaktivis1.

Atas cuitan tersebut, Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim sebagaimana tercatat dalam laporan polisi Nomor: LP/B/0056/1/2021/BARESKRIM tanggal 29 Januari 2021, dengan pelapor DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search