-->

Soal SKB, Ma'ruf Amin: Memaksakan Non-Muslim Memakai Jilbab Tidak Tepat

- Februari 04, 2021


Wakil Presiden RI Kiai Ma’ruf Amin mengatakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Penggunaan Seragam Sekolah diterbitkan untuk melindungi seluruh warga bangsa dari intoleransi dan sikap yang mencederai persatuan. 

"Sudah saatnya Pemerintah mengambil langkah," kata Wapres Ma’ruf pada acara Mata Najwa, Rabu (3/2).

Langkah itu adalah membuat suatu aturan yang bisa memberikan tata cara atau aturan yang bisa mencerminkan kebinekaan dan tidak merusak toleransi. 

"Maka itu, SKB ini sesuai aspirasi dan untuk menjaga hubungan serta melindungi seluruh warga bangsa ini," kata dia.

Ma'ruf menilai persoalan yang terjadi di Padang, Sumatra Barat menjadi isu nasional yang jika dibiarkan mengganggu keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara, serta mencederai toleransi di Indonesia. Wapres mengatakan, penggunaan jilbab merupakan pilihan individu dari umat Islam sehingga hal tak perlu diatur dalam peraturan daerah (perda).

Penerbitan SKB Tiga Menteri juga  bentuk ketegasan pemerintah meluruskan persoalan yang menimbulkan reaksi intoleran. 

"Memaksakan aturan untuk non-Muslim memakai jilbab, dilihat dari aspek kenegaraan, juga tidak tepat dan tidak benar. Dari segi keagamaan juga tidak benar. Maka pelurusan terhadap kebijakan itu harus dilaksanakan, harus diluruskan, sehingga tidak terus terjadi kekeliruan-kekeliruan itu," ujarnya.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search