-->

Wamenag Luruskan Larangan Hijab di Sekolah, Warganet: Sekularisasi Terjadi Pelan-pelan

- Februari 07, 2021


Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meluruskan terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang penggunaan seragam sekolah peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Ia menampuk anggapan negara melakukan sekularisasi di SKB seragam sekolah.

"Substansi SKB itu secara tegas tidak ada larangan untuk mengenakan seragam atau atribut agama tertentu. Yang dilarang adalah pemaksaan mengenakan seragam atau atribut agama di sekolah. Ini artinya negara tetap membolehkan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian sesuai keyakinan agama masing-masing. Dengan demikian tuduhan negara melakukan sekularisasi kurang tepat dan berlebihan," ucap Zainut dalam keterangannya, Ahad (7/2/2021).

"Terbitnya SKB 3 Menteri sudah sangat sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang beragam, plural, dan bineka," ujarnya.

SKB seragam sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam keberagaman dan kebinekaan. Maka, kata dia, akan melahirkan sikap keberagamaan yang inklusif dan toleran.

"Hadirnya SKB diharapkan dapat menghindarkan sikap berlebihan para pengambil kebijakan dalam membuat peraturan yang dapat mengganggu harmoni kehidupan beragama di masyarakat," ujarnya.

Aturan SKB seragam sekolah tersebut tidak melanggar aturan bernegara. Malah, menurut dia, aturan itu memperjelas konstitusi soal kebebasan beragama.

"Keluarnya SKB 3 Menteri yang mengatur penggunaan pakaian seragam sekolah sudah sesuai dengan amanat konstitusi. Keluarnya SKB 3 Menteri mempertegas jaminan hak kebebasan beragama, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan di sekolah," katanya.

Siswa, pendidik, ataupun tenaga pendidikan dibebaskan mengenakan atribut agama. Kebebasan itu dijamin tanpa ada paksaan dari pemerintah ataupun pihak sekolah.

"Dalam SKB 3 Menteri, menegaskan adanya jaminan hak untuk memilih apakah akan menggunakan pakaian seragam dan atribut tanpa atau dengan kekhasan agama tertentu sehingga dengan ketentuan ini, siswa yang beragama lain dari agama yang dianut mayoritas siswa di sekolah tertentu dijamin hak beragamanya untuk bebas memilih pakaian seragam yang akan dikenakannya," ucapnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons keras warganet.

"Proses sekularisasi itu terjadi pelan-pelan. Tidak ada yg dadakan. Saat ini, Anda bisa bilang “berlebihan”. Kelak pelajaran agama bs jd dihapus; jilbab kembali dilarang; atau bahkan kementrian Anda dibubarkan. Belum pernah dengar isu liar soal Kemenag yg mau dibubarkan?" kata warganet yang juga mahasiswa S3, Herriy Cahyadi.

"Mewajibkan siswi muslim memakai jilbab di sekolah sama halnya dengan mewajibkan siswi muslim mengikuti pelajaran agama, kan keduanya, baik pelajaran tertulis maupun pemakaian busana sama2 pendidikan," kata akun Sastroo.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search