-->

Debat Panas dengan Ustaz, Jozeph Paul Zhang Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Ini

- April 20, 2021





Penista agama Jozeph Paul Zhang pernah debat dengan Ustad Masyhud. Debat panas Jozeph Paul Zhang Vs Ustad Mashyud dibagi menjadi tiga sesi.

Debat panas itu disiarkan secara live di kanal Youtube Jozeph Paul Zhang pada Juni 2020 dengan judul Pdt Paul Vs Ust Masyhud.

Pada sesi ketiga, Ustadz Masyhud menyatkan Yesus bukan Tuhan, tetapi nabi yang diberikan mukjizat.

Dalam Alkitab, Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Allah.

Masyhud lantas menyebutkan sejumlah ayat dalam Alkitab yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Allah.

Dikatakan Masyhud, Matius 21:18-19 dan Markus 11:11-14 menyebutkan “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.”

Ayat ini, kata Masyhud membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi manusia biasa.

Kata Mashyhud, jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia Maha Tahu dan pasti dia akan tahu musim berbuah.

Walaupun bukan musim berbuah, jika Yesus itu adalah Tuhan, tentu dia bisa memerintahkan kepada pohon ara tersebut untuk mengeluarkan buahnya.

“Yesus lapar karena dia manusia. Kalau dia Tuhan, kenapa dia lapar dan tidak tahu musim buah?,” tanya Ustad Masyud.

Masyhud heran mengapa Yesus marah dan mengutuk pohon ara agar tidak pernah berbuah lagi.

“Kalau dia Tuhan, seharusnya punya kemampuan untuk membuat pohon ara itu berbuah agar bisa dinikmati buahnya, bukan malah mengutuknya,” katanya.

Masyhud kemudian mengutip ayat lain dalam Alkitab yang merupakan bukti Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan.

Dalam Lukas 22:43 disebutkan malaikat memberikan kekuatan kepada Yesus.

“Kalau Yesus Tuhan, kenapa dia diberikan kekuatan dari malaikat? Seharusnya Tuhan yang memberikan kekuatan kepada malaikat, bukan malah sebaliknya,” ucap Masyhud.

Sementara dalam Lukas 22:43 disebutkan Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.

“Yesus kan Tuhan katanya. Kok Tuhan ketakutan? Dia berdoa kepada siapa?,” tanya Masyhud.

Masyhud juga menyoroti ayat dalam Injil yang menyebutkan Tuhan Yesus menangis.

Kitab Injil mencatat sebanyak dua kali Yesus menangis, yakni pada peristiwa kematian Lazarus dan saat memasuki kota Yerusalem.

“Saya kalau ada keluarga meninggal saya tidak menangis. Lha ini Tuhan menangis. Mohon maaf ya, Tuhan kok cengeng,” ucapnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search