-->

Sejak Muslim, drg Carissa Disiksa Suami: Ditampar, Dijambak, Dijedotin ke Tembok Hingga Diancam Dibunuh

- April 21, 2021


Sejak masuk Islam, Carissa Grani memilih tidur terpisah dari suami.  Ia memilih tidur di kamar anaknya. Sebab, Bunda Sri berpesan, haram hukumnya berhubungan dengan suami sejak Carissa menyatakan diri masuk Islam.

Baca dulu: Cerita Dokter Carissa Grani Masuk Islam Karena Corona

Meski sudah memutuskan untuk memeluk Islam, Carissa tetap galau. Namun dia tetap mempelajari Islam.

Bahkan, dia menargetkan untuk membaca terjemahan Alquran 30 juz. Ia ingin memahami secara mendalam tentang Islam.

“Waktu saya berpikir, jika saya baca terjemahan Alquran dan menemukan hal-hal yang bertentangan, maka kemungkinan saya akan kembali ke agama lama saya,” ucapnya.

Namun semakin dia pelajari Alquran, semakin dia yakin bahwa keputusannya tidak salah. Sebab, dia tidak menemukan ayat-ayat yang bertentangan, seperti yang terjadi ada pada agama lamanya.

Setelah sebulan lebih memeluk Islam secara diam-diam, akhirnya ketahuan juga sama suaminya. Maka terjadilah malapetaka hingga drg Carissa Grani menjadi korban KDRT oleh suaminya.

Suami Carissa pun marah. Ia meminta agar Carissa membatalkan keputusannya untuk pindah agama.

Suami mengancam akan membunuh Carissa jika tetap pada keputusannya.

Meski diancam dibunuh, Carissa tetap menjalankan ibadah secara diam-diam.

Ia tetap melaksanakan ibadah salat dan berpuasa pada bulan Ramadhan, April hingga Mei 2020.

Carissa menjalankan ibadah tanpa sepengetahuan suami.

Bagi Carissa, melaksanakan puasa bukan hal baru. Sebab, di agama yang dia anut sebelumnya juga diajarkan untuk puasa. Dan Carissa selalu melaksanakannya.

Namun sepandai-pandainya Carissa menutupi, pada akhirnya tetap ketahuan juga.

Carissa ketahuan suami saat hendak salat tahajjud di kamar anaknya sekitar pukul 03.00 dini hari.

Saat itu, di dalam kamar anaknya tidak ada orang. Anak-anaknya tidur di kamar Carissa bersama suami.

“Saya pikir suami saya sudah tidur, terus saya ambil wudhu, gelar sajadah, terus lagi mau takbir,” ucapnya.

Tiba-tiba suami Carissa membukan pintu kamar dan melihat Carissa sedang siap-siap melaksanakan ibadah salat.

Suami Carissa yang berprofesi sebagai pengacara mengamuk. Di luar kamar anak, suami menampar dan menjambak rambut Carissa.

“Saya dipukul arah kuping, saya jatuh langsung. Saya bilang sakit Denny, sakit Denny. Saya keras memang supaya ada tetangga atau pembantu saya yang dengar,” ucapnya.

Carissa kemudian ditarik kembali masuk ke dalam kamar anaknya dan kembali dianiaya. Carissa dibenturkan ke tembok berkali-kali.

“Karena saya teriak-teriak, saya dijambak, ditarik masuk ke dalam kamar anak lagi. Di dalam kamar anak, (saya) dijedot-jedotin ke tembok,” ucapnya.

“Di dalam (kamar) itu saya dijedotin lagi ke tembok, terus dibalikin badan saya, dipukulin lagi,” beber Carissa.

Suami mengancam akan membunuh Carissa dan anaknya jika tetap ngotot memeluk agama Islam.

“Kemarin kan ngancam bunuhnya saya, dia bilang juga ini, kalau kamu tetap begitu, anak kamu itu saya bunuh juga,” ucap Carissa menirukan ucapan suaminya.

Carissa pasrah. Dia dilanda ketakutan. Ia tak tega anak-anaknya menjadi korban.

“Ya ampun, saya mikir kalau saya yang mati, saya enggak apa-apa, yang penting saya mati dalam keadaan muslim. Saya mikir gitu. Tapi kalau anak saya, saya kan takut ya,” jelas Carissa. 

Setelah itu, suami membawa Carissa ke rumah orangtuanya. Di sana, Carissa dicaci maki oleh mertua.

Bahkan, Carissa juga masih sempat dipukul oleh suaminya di rumah mertua. Pahanya dipukul suami hingga memar.

Beruntung, sang mertua melarang dan mencegah untuk menganiaya Carissa.

Singkat cerita, Carissa dan suaminya kemudian pulang ke rumahnya.

Tak lama setelah tiba di rumah, suaminya tidur dari pagi sampai sore hari.

Saat itulah, polisi datang dan meminta Carissa untuk melapor. Carissa sempat menolak karena tak tega kepada suaminya. Namun dia diyakinkan oleh polisi wanita (polwan).

Akhirnya, Carissa ikut ke kantor polisi untuk membuat laporan. Saat berada di kantor polisi, Carissa diminta agar tidak pulang ke rumahnya lagi.

Carissa disarankan untuk membawa anak-anaknya pergi karena dikhawatirkan akan dianiaya oleh suami.

Carissa kemudian menelpon pembantunya untuk menanyakan apakah suaminya masih tidur dan dijawab oleh pembantu  bahwa masih tidur.

“Dari jam 09.00 sampai Ashar masih tidur lho. Biasanya kalau ada suara berisik aja itu langsung bangun. Itu Allah lagi tuh (yang bantu),” ucapnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Carissa untuk membawa kabur tiga anaknya yang masih kecil tanpa membawa apa-apa.

Drg Carissa Grani kemudian mengungsi ke Sentul, Bogor Jawa Barat bersama ketiga buah hatinya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search