-->

Tamparan Keras Dokter Saat Politikus PKB Bilang "Jangan Cuma Lihat Buruknya Miras"

- April 13, 2021


Politisi PKB, Daniel Johan mengingatkan agar Rancangan Undangan-Undangan Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) dibahas secara bijak. Ia mengingatkan RUU Larangan Minol akan bersinggungan dengan sebagian tradisi masyarakat Indonesia.

Meski regulasi dibuat dengan tujuan baik, kata dia, namun perlu melalui kajian mendalam terhadap semua aspek kehidupan bermasyarakat. 

Ia meminta Panita Kerja RUU Larangan Minol menjawab apakah aturan tersebut sesuai dengan kebutuhan hukum masyarakat dan bagaimana hak-hak masyarakat adat.

"RUU ini pasti akan bersinggungan dengan berbagai macam tradisi yang ada di masyarakat yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, mereka memproduksi minuman beralkohol untuk kebutuhan upacara-upacara adat, ada juga yang untuk kebutuhan sendiri mereka. Perlu juga kita lihat itu semua secara utuh," kata Daniel pada Selasa (13/4) seperti dilansir Republika.

Ia tak ingin aturan ini menyamaratakan masyarakat karena akan berdampak terhadap mereka yang sudah biasa memproduksi minuman-minuman secara tradisional. 

"Jangan hanya dilihat dari sisi buruknya tapi dari sisi manfaatnya juga perlu dilihat," ujar Daniel.

Pernyataan tersebut mendapatkan respons dari pakar kesehatan Dokter Andi Khomeini Takdir.

"Buruknya banyak sekali," kata pria yang akrab disapa dr. Koko melalui media sosial.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search