-->

Sindiran Maut Muhammadiyah Soal Doa Qunut di Tes KPK

- Mei 06, 2021


Sekum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti, memberikan tanggapan terkait pertanyaan tentang doa qunut di Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK beberapa waktu lalu. 

Kepada calon Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun ASN yang ingin naik jabatan, ia menyindir agar jangan lupa dan selamat menghafal qunut.

Alasan sindiran yang dinilainya menjadi pertanyaan tendensius di TWK KPK itu. Menurut Mu’ti, selama ini doa qunut telah menjadi khilafiah (perbedaan pendapat) di kalangan umat Islam. Terlebih, kata dia, sudah ada pengetahuan umum menyoal kelompok mana yang membaca qunut dan tidak saat sholat subuh.

‘’Pertanyaan tentang qunut itu tendensius,’’ ujar dia pada Kamis (6/5).

Membaca qunut atau tidak adalah masalah keyakinan individu, sehingga tidak perlu ditanyakan. Menyoal tes bagi ASN, qunut jelas Mu’ti, juga tidak berkesinambungan dengan integritas dan kinerja seorang ASN.

‘’Mestinya semua pertanyaan tetap difokuskan pada hal-hal yang terkait dengan profesionalitas, integritas, dan kinerja,’’ ungkap dia.

Dengan dasar tersebut, ia menyebut jika tim seleksi terkesan gegabah dalam membuat pertanyaan. Bahkan, disebutnya kurang menguasai masalah keislaman.

‘’Selain itu saya menyayangkan soal-soal yang bocor ke publik. Panitia dan tim seharusnya tidak ceroboh,’’ katanya seperti dilansir Republika.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search