-->

Dokter Spesialis Kanker: Saya Bosan Dengar Kata Radikal-Radikul!

- Juni 02, 2021


Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (Kanker) Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM yang berpraktik di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat ini mengaku jengah dengan istilah radikal radikul.

"Saya bosan mendengar kata radikal-radikul. Mari hentikan pelabelan," kata dia pada Rabu (2/5/2021).

"Berbeda pendapat itu wajar. Ini kan negara demokrasi. Bicara hal yang berbeda dan menyampaikan kegelisahan tidak membuat seseorang menjadi radikal," kata dia menambahkan.

"Jangan memecah belah terus. Nanti susah merajutnya kembali," ungkap dia.


Diketahui, di media sosial ramai kembali dengan istilah radikal-radikul selain taliban di KPK sejak cuitan akun mengatasnamakan Generasi Muda NU.

"Hemat kami TWK KPK Penting meski banyak catatan, mengingat anggota Partai yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin semakin banyak masuk ke institusi pemerintahan.

Dan kami tetap berkomitmen, dimana PKS berlabuh, kami dukung lawannya," kata akun Generasi Muda NU pada Selasa (1/6/2021).

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search