-->

Keberadaan dan Pupusnya Yahudi di Surabaya

- Juli 19, 2021


Komunitas Yahudi Surabaya merayakan Bar Mitzvah di kediaman keluarga Mussry, 1930-an. Ini merupakan ritual tanda kedewasaan bocah laki-laki saat masuk usia 13. 


Meski diyakini ada sejak awal zaman niaga rempah, namun antara catatan awal yang menyebut Yahudi Surabaya ditulis Jacob Saphir pada 1861.


Rabi Jerusalem yang berkunjung ke Jawa ini menulis ada beberapa Yahudi di Surabaya – kebanyakan sudah kawin campur dan tidak lagi bersunat.

Jumlah sebenar orang Yahudi Surabaya muncul usai sensus 1930. Ada 300-an, menjadikan Surabaya kota dg komunitas Yahudi terbesar di Hindia.


Selalunya mereka berdagang. Kalau asalnya kebanyakan dari Cochin (India), Irak, dan Timur Tengah. Yahudi Eropa pun ada, namun lebih sedikit.



Keluarga Mussry yang disebut ini misal, asalnya dari Irak. Dikenal di Surabaya setidaknya sejak awal abad 20 karena bisnis tokonya yang menjajakan barangan impor.


Jamaknya, Yahudi Surabaya masa itu berjejaring dg peniaga² Yahudi lain di Singapura. 


Gambaran lebih rinci kehidupan Yahudi Surabaya disiarkan harian Bataviaasch nieuwsblad, 28 Des 1925.


Ditulis antaranya kelompok Yahudi asal Timur Tengah di kota tsb agak membatasi hubungan dg Yahudi Eropa yang dianggap tidak sungguh² menjalankan ajaran Taurat. Menarik!


Tulisan yang sama menyebutkan Sabat masih teguh diamalkan kalangan Yahudi asal Timur Tengah. Di hari Sabtu tempat² usaha ditutup dan orang ke sinagoge tanpa kendaraan.


Rabi juga didatangkan dari Singapura ke Surabaya untuk mengajar Taurat, menyembelih hewan, dan menyunat anak.


Pupusnya Yahudi Surabaya sendiri terutama akibat migrasi sepanjang 50-an. Kondisi politik saat itu memang tak memihak mereka yang dianggap berdarah asing.


Terakhir 1993 majalah Points East melaporkan di Surabaya tersisa 5 keluarga saja: Abraham, Aaron, Nassim, Mussry, Sayers.



@potretlawas 



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search