-->

Sejak Disetop Sejak 1940, Akhirnya Jamaah Haji Bisa Pulang dari Mekah 1947

- Juli 27, 2021



Satu keluarga yang baru pulang dari Mekah tiba di Tanjung Priok, 2 Des 1947.

Sejak disetop pada 1940, muslim dari Indonesia akhirnya bisa pergi berhaji lagi. Otoritas Belanda memfasilitasi 3 ribuan jemaah dari sepenjuru wilayah federalnya. Diejek sebagai haji Belanda. 

Mulai berkecamuknya perang dunia membuat pemberangkatan haji tak lagi memungkinkan. Selain faktor keamanan, perang juga bikin anjlok nilai tukar uang, ongkos haji jadi amat mahal.

Keadaan ini berlanjut ke zaman Jepang – saat segala sumber daya difokuskan untuk urusan perang.

Begitu Belanda masuk lagi, haji langsung jadi sasaran kerja. Belanda misal menunjuk R. Tarbidin, anak Dewi Sartika, jadi konsul haji. Undangan juga disebar.

Aksi Belanda inilah yang melatari seruan KH Hasjim Asjari tentang haram berhaji saat kemerdekaan terancam, April 1946.

Meski demikian, Belanda terus bekerja. Apalagi setelah perjanjian Linggarjati diteken akhir 1946 dan terjadi "pembagian" wilayah. Undangan haji kian gencar. Panitia-panitia dibentuk.

Untuk mengimbangi, awal 1947 pemerintah Republik mengeluarkan wacana menyewa kapal haji sendiri.

Apa daya, Republik tengah susah. Ditambah Belanda melancarkan agresi militer paruh 1947.

Sementara kerja Belanda berjalan mulus. Orang-orang Sulawesi Selatan dan Lombok-Sumbawa yang paling antusias menyambut undangan berhaji pertama setelah 7 tahun ini. 



@potretlawas 
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search